Opini
Konsep Tambang Berkelanjutan di Aceh
ACEH dianugerahi kekayaan sumber daya mineral dan batubara yang melimpah, mulai emas, tembaga, bijih besi, batubara hingga mineral logam
Ketiga, penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama. Tidak hanya tenaga teknis perusahaan, aparatur pemerintah sebagai regulator dan pengawas juga harus memiliki pemahaman teknis memadai, tidak membedakan tambang kecil maupun besar. Pemerintah daerah dapat membentuk tim terpadu lintas sektor untuk memastikan pengawasan berjalan efektif. Model ini menunjukkan bahwa aparatur pemerintah memiliki literasi teknis yang setara dengan pelaku usaha. Tanpa SDM yang kompeten, sulit mengharapkan praktik tambang yang baik dan bertanggung jawab.
Keempat, komitmen terhadap reklamasi dan pascatambang harus ditegakkan secara konsisten. Lahan bekas tambang perlu dikembalikan ke fungsi produktif, sehingga meninggalkan nilai tambah bagi masyarakat, bukan beban lingkungan. Sudah banyak perusahaan tambang di Indonesia yang berhasil mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan wisata, agroforestry, sumber energi dan lainnya. Pemerintah Aceh wajib memastikan tidak ada “warisan lubang tambang” tanpa tanggung jawab.
Kelima, pemberdayaan masyarakat di sekitar tambang menjadi kunci agar manfaat pertambangan benar-benar dirasakan secara luas. Kehadiran tambang harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, sejalan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemberdayaan masyarakat bukan sekadar suka rela, melainkan kewajiban Pemegang Izin Tambang.
Pada akhirnya, tambang berkelanjutan di Aceh bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun, ia juga tidak akan terwujud tanpa komitmen bersama. Aceh berada di persimpangan, antara menjadikan tambang sebagai motor pembangunan yang bertanggung jawab, atau membiarkannya menjadi peluang yang terlewatkan. Jika dikelola dengan baik, tambang dapat menjadi berkah, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun jika sebaliknya, ia berpotensi menjadi beban ekologis dan sosial yang mahal. Pilihan itu ada pada kita semua. Tambang berkelanjutan bukan sekadar mimpi, melainkan ikhtiar yang menuntut keseriusan, konsistensi dan keberanian untuk berbenah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekjend-PERHAPI-Aceh_Muhammad-Hardi_2025.jpg)