KUPI BEUNGOH
TMMD Ke-128 Kodim Abdya, TNI Hadirkan Merah Putih di Gunong Cut
Satgas TMMD juga membangun lima unit MCK, lima sumur bor, serta merehab lima rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu.
Oleh: Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, S.I.P*)
Kabut pagi masih menggantung di lereng pegunungan saat asap tipis membubung perlahan dari bara tempurung kelapa yang menyala di balai tani Gampong Gunung Cut, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Aroma dupa bercampur harum daun-daun hutan menguat ke udara, menyatu dengan doa-doa yang lirih dilantunkan warga dalam kenduri ‘Bungong Kayee’, adat menyambut musim bunga tanaman perkebunan.
Bagi masyarakat Gunung Cut, kenduri itu bukan sekadar tradisi turun-temurun.
Adat ini adalah cara mereka bersyukur kepada Tuhan atas harapan hidup yang tumbuh dari lereng pegunungan.
Dari tanah yang dingin dan subur itulah pohon-pohon durian menjulang, kopi menghijau di sela bukit, pala dan pinang berbuah, sementara jengkol serta petai menjadi penyangga dapur banyak keluarga.
Hidup dalam Keterisolasian
Namun di balik kesuburan itu, tersimpan kisah panjang tentang keterisolasian.
Puluhan tahun lamanya masyarakat Gunung Cut yang menggantungkan hidup dari hasil kebun di atas pegunungan, tetapi mereka tidak pernah benar-benar memiliki akses jalan yang layak.
Hanya jalan setapak berlumpur, licin dan curam menjadi satu-satunya urat nadi penghubung hasil perkebunan menuju pemukiman.
Saat musim hujan datang, jalan berubah menjadi kubangan tanah merah.
Dan warga harus memikul karung kopi, pala, bahkan durian dengan berjalan kaki berkilo-kilometer menuruni bukit.
Tak sedikit hasil kebun rusak di perjalanan. Ada pula warga yang memilih menjual murah hasil panennya kepada tengkulak karena tak sanggup membawa turun sendiri.
Mimpi yang Menemukan Jalannya
Kini, mimpi sederhana itu akhirnya menemukan jalannya. Pada suatu pagi yang tak biasa, deru kendaraan militer mulai terdengar memasuki desa.
Puluhan prajurit TNI datang dengan seragam loreng dan peralatan kerja. Anak-anak berlarian menyambut, sementara para orang tua berdiri di depan rumah dengan wajah penuh tanya.
Hari itu, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0110/Abdya resmi dimulai.
| Sekali AI Datang Kampus Pun Berubah |
|
|---|
| Fenomena Remaja Nongkrong Hingga Larut Malam dan Pengaruhnya terhadap Citra Aceh |
|
|---|
| Rakyat tidak Pakai Dolar, Tapi Tetap Merasakan Getarnya |
|
|---|
| Aceh di Persimpangan: Ketika Mimpi Besar Tersandera Lemahnya Tata Kelola dan Krisis Prioritas Publik |
|
|---|
| Kita Punya Emas Energi, Tapi Mengapa Aceh Selalu Gelap? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Letkol-Inf-Rana-Mega-Al-Amin-SIP-Dansatgas-TMMD-ke-128-Kodim-0110-Abdya_.jpg)