KUPI BEUNGOH
Americano No, Acehpungono Yes
Setelah perjalanan sejarah begitu panjang, kopi Aceh masih harus minggir di tanahnya sendiri, memberi panggung kepada Americano dan Cappuccino.
Mereka datang mencari rasa yang punya alamat. Di Aceh, alamat itu jelas: tanah Gayo, warkop, Sanger, Khop, Pancung, Ulee Kareng, dan cerita orang-orang yang sejak dulu keras kepala menjaga marwah.
Biarkan Americano tetap ada. Biarkan Cappuccino tetap hidup. Tetapi di negeri kopi, menu lokal harus duduk di depan, bukan menjadi figuran di rumah sendiri.
Aceh tidak perlu memusuhi nama asing. Aceh hanya perlu berhenti minder menamai kekayaannya sendiri.
Maka, lain kali ketika penikmat kopi masuk warkop Aceh dan pelayan bertanya, “Mau pesan apa?” semoga jawabannya tidak selalu Americano, Cappuccino, Mochaccino, atau kopi “no…no” lainnya.
Semoga ia bisa berkata dengan tenang, penuh martabat, dan sedikit penasaran: “Bang, satu Kupi Acehpungono. Yang pahit boleh. Yang minder jangan.”
Siapa tahu, setelah menyeruputnya, ia pulang sedikit lebih berani. Tidak harus seberani Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Malahayati, atau orang Aceh yang dulu membuat Belanda menyebut mereka pungo. Cukup berani mencintai kopi sendiri.
*) PENULIS adalah Guru Besar Ekonomi Islam dan Koordinator Prodi Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
kopi
Aceh
kopi aceh
gayo
Kopi Gayo
Serambinews.com
Serambi Indonesia
M Shabri Abd Majid
sejarah kopi aceh
Aceh Pungo
cita rasa kopi aceh
| Kebohongan Akademik Mengancam Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Ironi Wisata Musiman Suak Gedeubang: Cuan UMKM Melejit, Sampah Melangit |
|
|---|
| Tradisi ‘Pemamanen’ dalam Khitanan Anak Laki-Laki Alas Mulai Jarang Dikenal Generasi Muda |
|
|---|
| Aktivitas Fisik: Kunci Lansia Tetap Mandiri |
|
|---|
| Idul Adha dan Makna Pengorbanan: Jalan Menuju Kebersamaan untuk Aceh yang Bermartabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Profesor-M-Shabri-A-Majid-Guru-Besar-Ekonomi-Islam-USK-Banda-Aceh.jpg)