KUPI BEUNGOH
PHK Marak Dimana-mana, Sistem Ekonomi Islam Beri Solusi Cerdas Soal Ketenagakerjaan
Dalam Islam, negara bukan hanya sebagai regulator tetapi berfungsi sebagai raa'in (pengurus urusan rakyat.
Dalam sistem ini, tenaga kerja dipandang sebagai faktor produksi yang nilainya ditentukan oleh keuntungan perusahaan.
Ketika biaya tenaga kerja dianggap mengurangi profit, maka PHK menjadi pilihan yang dianggap wajar dan rasional.
Kapitalisme juga mendorong konsentrasi modal pada segelintir pemilik usaha besar.
Semakin besar modal yang dikuasai, semakin besar pula kendali mereka terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Akibatnya, kesempatan kerja bergantung pada keputusan para pemilik modal, bukan pada kebutuhan masyarakat secara luas.
Ketika investasi menurun atau keuntungan menyusut, lapangan pekerjaan ikut menghilang.
Padahal kebutuhan masyarakat untuk bekerja dan mencari nafkah tetap ada.
Kondisi ini menunjukkan adanya ketergantungan yang tinggi terhadap kepentingan modal.
Di sisi lain, negara dalam sistem kapitalisme cenderung berperan sebagai regulator yang menjaga iklim investasi.
Saat PHK massal terjadi, solusi yang ditawarkan umumnya hanya berupa bantuan sosial, pelatihan kerja, atau program jaring pengaman sementara.
Pendekatan tersebut tidak menyentuh akar persoalan.
Bantuan sosial hanya meredakan dampak sesaat, sementara sumber masalah yang melahirkan pengangguran terus dipertahankan.
Islam menawarkan perspektif yang berbeda dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
Dalam Islam, negara bukan hanya sebagai regulator tetapi berfungsi sebagai raa'in (pengurus urusan rakyat) yang bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, negara wajib memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak.
kupi beungoh
Opini Kupi Beungoh
PHK
Sistem Ekonomi Islam
Banda Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Dampak Pengadaan Didominasi PL, Triliunan Belanja Publik Aceh Terancam Risiko 'Low Impact Spending' |
|
|---|
| Ketika Waktu Terasa Berhenti di Museum Tsunami Aceh |
|
|---|
| Kaya di Peta, Miskin di Meja: Gas Andaman, Dana MBG, dan Pelajaran yang Terus Kita Abaikan |
|
|---|
| Seni Memimpin Daerah |
|
|---|
| Akreditasi Diukur Kualitatif, Dosen Diukur Kuantitatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/opini-Yulia.jpg)