KUPI BEUNGOH
PHK Marak Dimana-mana, Sistem Ekonomi Islam Beri Solusi Cerdas Soal Ketenagakerjaan
Dalam Islam, negara bukan hanya sebagai regulator tetapi berfungsi sebagai raa'in (pengurus urusan rakyat.
Oleh: Yulia Hastuti, SE, MSi
BELUM reda kegelisahan masyarakat akibat sulitnya mencari pekerjaan, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui para pekerja.
Di tengah tekanan ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan kenaikan biaya produksi, banyak perusahaan memilih jalan efisiensi dengan mengurangi jumlah pekerja.
Ancaman PHK ini bukan sekadar angka statistik.
Di balik setiap keputusan PHK, terdapat keluarga yang kehilangan sumber nafkah, anak-anak yang terancam putus sekolah, serta meningkatnya beban sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, PHK bukan hanya persoalan hubungan antara perusahaan dan pekerja, melainkan persoalan sosial yang dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kasus terbaru terjadi pada PT Xacti Indonesia di Depok, Jawa Barat, yang menutup operasional pabriknya dan melakukan PHK terhadap sekitar 350 karyawan.
Perusahaan manufaktur ini bagian dari industri elektronik berorientasi ekspor.
Ketika biaya produksi meningkat, harga bahan baku impor melonjak akibat pelemahan rupiah, dan pasar global melemah, para pekerja kembali menjadi pihak yang paling terdampak.
Peristiwa ini menambah panjang daftar pekerja yang kehilangan pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir. (CNN Indonesia, 26/5/2026)
Di saat yang sama, memperoleh pekerjaan baru semakin sulit karena jumlah lowongan jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pencari kerja.
Satu lowongan bahkan bisa diperebutkan oleh ratusan hingga ribuan pelamar.
Baca juga: ChatGPT Dituding Jadi Pemicu Gelombang PHK, Bos OpenAI Janji AI Takkan Gantikan Manusia
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan sekadar soal kompetensi individu, tetapi juga minimnya lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat.
Fakta tersebut seharusnya mendorong kita untuk melihat akar masalahnya.
PHK yang terus berulang bukanlah sekadar akibat kondisi ekonomi sesaat, melainkan konsekuensi logis dari sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini.
kupi beungoh
Opini Kupi Beungoh
PHK
Sistem Ekonomi Islam
Banda Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Dampak Pengadaan Didominasi PL, Triliunan Belanja Publik Aceh Terancam Risiko 'Low Impact Spending' |
|
|---|
| Ketika Waktu Terasa Berhenti di Museum Tsunami Aceh |
|
|---|
| Kaya di Peta, Miskin di Meja: Gas Andaman, Dana MBG, dan Pelajaran yang Terus Kita Abaikan |
|
|---|
| Seni Memimpin Daerah |
|
|---|
| Akreditasi Diukur Kualitatif, Dosen Diukur Kuantitatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/opini-Yulia.jpg)