Pojok Humam Hamid
Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh
Ekosistem Leuser bukan sekadar bentang alam konservasi. Ia adalah infrastruktur alami yang menopang seluruh arsitektur kehidupan di Aceh bagian hilir
Di beberapa wilayah lain seperti di Banggalang Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya kita sudah melihat bagaimana ketegangan antara aspirasi ekonomi, masyarakat lokal, dan kebijakan negara mulai muncul ke permukaan.
Baca juga: SMuR Tolak Pertambangan di Beutong Ateuh,Jangan Korbankan Ruang Hidup Rakyat demi Segelintir Pemodal
Ini bukan anomali. Ini adalah pola awal dari apa yang biasanya terjadi ketika ruang ekologis mulai diperebutkan secara intensif.
Sejarah menunjukkan bahwa konflik seperti ini jarang berhenti pada satu lokasi. Ia cenderung menyebar, karena akar persoalannya bukan pada individu atau perusahaan tertentu, tetapi pada struktur insentif pembangunan itu sendiri.
Di sinilah Hari Lingkungan Hidup seharusnya dibaca ulang bukan sebagai perayaan, tetapi sebagai peringatan. Bukan sebagai simbol kesadaran, tetapi sebagai indikator risiko.
Jika Aceh terus menempatkan kawasan hulu Leuser sebagai ruang eksplorasi ekonomi tanpa batas kehati-hatian yang ekstrem, maka kita sedang membangun sebuah sistem di mana bencana bukan lagi kemungkinan, tetapi probabilitas yang meningkat dari waktu ke waktu.
Baca juga: Pendiri RSU Bidadari Group HM Nur Abu Bakar Tutup Usia, Begini Perjalanan Hidupnya
Sejarah tidak pernah kekurangan contoh tentang peradaban yang mengabaikan batas ekologisnya sendiri. Yang selalu kurang adalah kesediaan untuk membaca tanda-tanda awalnya.
Dan Leuser, dalam konteks Aceh, adalah salah satu tanda paling jelas yang sedang kita hadapi hari ini.
Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa bukan ttg yg u uh lagi apakah kita memahami risikonya. Pertanyaannya lebih sederhana, tetapi jauh lebih sulit dijawab: apakah kita bersedia mengubah arah kebijakan sebelum alam yang melakukannya untuk kita.(*)
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.
pojok humam hamid
Humam Hamid
Prof Humam Hamid
tambang
LEUSER
Aceh
Meaningful
Ekosistem Leuser
Hari Lingkungan Hidup
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
| Qurban Sosial: Mampukah Aceh Melepaskan Hambatan Kemajuan |
|
|---|
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Guru-Besar-Universitas-Syiah-Kuala-USK-Prof-Humam-Hamid-6-6.jpg)