Senin, 8 Juni 2026

Pojok Humam Hamid

Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh

Ekosistem Leuser bukan sekadar bentang alam konservasi. Ia adalah infrastruktur alami yang menopang seluruh arsitektur kehidupan di Aceh bagian hilir

Tayang:
Editor: Subur Dani
for serambinews
Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Humam Hamid 

Di beberapa wilayah lain seperti di Banggalang Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya kita sudah melihat bagaimana ketegangan antara aspirasi ekonomi, masyarakat lokal, dan kebijakan negara mulai muncul ke permukaan. 

Baca juga: SMuR Tolak Pertambangan di Beutong Ateuh,Jangan Korbankan Ruang Hidup Rakyat demi Segelintir Pemodal

Ini bukan anomali. Ini adalah pola awal dari apa yang biasanya terjadi ketika ruang ekologis mulai diperebutkan secara intensif.

Sejarah menunjukkan bahwa konflik seperti ini jarang berhenti pada satu lokasi. Ia cenderung menyebar, karena akar persoalannya bukan pada individu atau perusahaan tertentu, tetapi pada struktur insentif pembangunan itu sendiri.

Di sinilah Hari Lingkungan Hidup seharusnya dibaca ulang bukan sebagai perayaan, tetapi sebagai peringatan. Bukan sebagai simbol kesadaran, tetapi sebagai indikator risiko.

Jika Aceh terus menempatkan kawasan hulu Leuser sebagai ruang eksplorasi ekonomi tanpa batas kehati-hatian yang ekstrem, maka kita sedang membangun sebuah sistem di mana bencana bukan lagi kemungkinan, tetapi probabilitas yang meningkat dari waktu ke waktu.

Baca juga: Pendiri RSU Bidadari Group HM Nur Abu Bakar Tutup Usia, Begini Perjalanan Hidupnya

Sejarah tidak pernah kekurangan contoh tentang peradaban yang mengabaikan batas ekologisnya sendiri. Yang selalu kurang adalah kesediaan untuk membaca tanda-tanda awalnya.

Dan Leuser, dalam konteks Aceh, adalah salah satu tanda paling jelas yang sedang kita hadapi hari ini.

Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa bukan ttg yg u uh lagi apakah kita memahami risikonya. Pertanyaannya lebih sederhana, tetapi jauh lebih sulit dijawab: apakah kita bersedia mengubah arah kebijakan sebelum alam yang melakukannya untuk kita.(*)

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved