KUPI BEUNGOH
Jasa Abu Doto, Dari Perdamaian hingga Baiturrahman
Jika ada satu kalimat yang dapat merangkum perjalanan pengabdian Abu Doto, maka kalimat tersebut adalah: "Dari Perdamaian hingga Baiturrahman."
*) Oleh: Abi Irhamullah, MA., M.Ag
WAFATNYA Dr. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Aceh.
Kepergian beliau bukan sekadar berpulangnya seorang mantan gubernur, tetapi juga berakhirnya perjalanan panjang seorang dokter, pejuang perdamaian, dan pemimpin yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah Aceh modern.
Dalam kehidupan suatu bangsa dan daerah, tidak banyak tokoh yang mampu meninggalkan jejak pada berbagai bidang sekaligus.
Abu Doto adalah salah satunya. Namanya tidak hanya dikenang dalam dunia kesehatan dan pemerintahan, tetapi juga dalam lembaran penting perjalanan perdamaian Aceh yang menjadi titik balik kebangkitan daerah ini.
Bagi masyarakat Aceh, perdamaian bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ia lahir melalui proses panjang, penuh pengorbanan, dan melibatkan banyak tokoh yang memiliki visi besar untuk masa depan Aceh.
Dalam konteks itulah, Abu Doto memainkan peran penting sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Helsinki tahun 2005. Kesepakatan bersejarah tersebut menjadi fondasi bagi lahirnya Aceh yang lebih aman, stabil, dan kondusif untuk pembangunan.
Hingga hari ini, generasi Aceh menikmati hasil dari perdamaian tersebut. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, masyarakat dapat berusaha dengan nyaman, dan pembangunan dapat berjalan tanpa bayang-bayang konflik.
Karena itu, jasa para perintis perdamaian, termasuk Abu Doto, layak dikenang sebagai bagian dari sejarah besar Aceh.
Ketika dipercaya memimpin Aceh sebagai gubernur periode 2012–2017, Abu Doto menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masa transisi pascakonflik menuntut kepemimpinan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus menghadirkan pembangunan yang nyata.
Dengan latar belakang sebagai seorang dokter, beliau memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan dan pelayanan masyarakat.
Program Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh (JKRA) terus diperkuat agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik. Pembangunan rumah sakit regional dan peningkatan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Aceh.
Di samping itu, beliau juga mendorong reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik agar pemerintahan lebih dekat dengan masyarakat.
Namun, di antara berbagai warisan pembangunan yang dapat disaksikan hingga hari ini, pengembangan Masjid Raya Baiturrahman memiliki tempat yang istimewa.
Sebagai simbol kebanggaan Aceh dan pusat syiar Islam di Serambi Mekkah, masjid ini mendapatkan perhatian besar pada masa kepemimpinan Abu Doto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pembina-Gerakan-Pemuda-Subuh-GPS-Aceh-Abi-Irhamullah.jpg)