Rabu, 3 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Muktamar X Momentum PPP Kembali Bangkit

Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP m'aruf atau munkar

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ghazali Abbas Adan, PENULIS adalah Abang Jakarta 1979, Politisi PPP, dan mantan Anggota Parlemen, DPR/DPD/MPR-RI. 

Demi tujuan ini, dan kebangkitan kembali PPP dalam konstelasi politik nasional, tiga nama di atas sudah muncul ke publik untuk dipilih sebagai top leadernya.

Baca juga: Barakallah Muktamar X PPP - Muhasabah: Kembali ke Khittah Sesuai Ideologi Politik Islam

Pada tanggal 18 Agustus 2025, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie secara resmi menyampaikan deklarasi pencalonannya sebagai calon ketua umum (caketum) DPP PPP dalam sebuah forum di ruang rapat kantor DPP PPP Jakarta. 

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan orasi politik yang mencerminkan keseriusan dan visi ideologisnya terhadap masa depan partai.

Sementara itu, dua nama lain yang disebut-sebut sebagai caketum sejauh ini baru diumumkan oleh para pendukungnya, dan belum terdengar pernyataan langsung ataupun orasi politik dari mereka secara terbuka. 

Sebagai kader PPP yang telah lama berkhidmat, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan dan penilaian terhadap dinamika ini. 

Penilaian saya tidak ditujukan pada pribadi masing-masing, melainkan pada kapasitas dan rekam jejak mereka dalam kaitannya dengan masa depan PPP sebagai partai umat yang berideologi Islam rahmatan lil 'alamin.

Terkait Saudara Mardiono, saya telah beberapa kali menyampaikan pandangan kritis terhadap kiprah politik beliau. 

Berdasarkan fakta-fakta yang dapat disaksikan bersama, kualitas kepemimpinan yang ditunjukkan selama ini belum mencerminkan kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin partai Islam warisan ulama. 

Beberapa aspek mendasar seperti latar pendidikan, kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, serta konsistensi terhadap ideologi partai masih menjadi pertanyaan publik. 

Kerja-kerja politik yang cenderung pragmatis dan tidak berlandaskan nilai-nilai ideologis telah berdampak pada kemunduran PPP di panggung politik nasional. 

Baca juga: Tazkirah Menyongsong Muktamar PPP: Uang Bukan Segalanya, Politik Adalah Amanah

Oleh karena itu, dengan penuh hormat saya menyarankan agar saudara Mardiono tidak kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum, meskipun untuk posisi lain dalam struktur partai tentu masih terbuka ruang kontribusi.

Adapun saudara Agus, saya melihat rekam jejak politiknya belum menunjukkan keterpautan yang kuat dengan ideologi politik Islam rahmatan lil 'alamin yang menjadi dasar perjuangan PPP

Dalam konteks ini, saya merasa perlu menyampaikan kekhawatiran bahwa partai yang telah saya perjuangkan dengan penuh dedikasi, keringat, dan pengorbanan, jangan sampai dijadikan sekadar kendaraan politik untuk mengejar jabatan dan kekuasaan. 

Kita semua berharap agar PPP tetap menjadi wadah perjuangan amar ma’ruf nahi munkar, bukan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata.

Sebaliknya, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie menunjukkan sosok yang santun, cerdas, sederhana, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap ideologi politik Islam PPP

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved