KUPI BEUNGOH
Muktamar X Momentum PPP Kembali Bangkit
Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP m'aruf atau munkar
Oleh: Ghazali Abbas Adan*)
Dari pemberitaan media massa 27-29 September 2025 PPP akan menggelar muktamar X di Jakarta.
Dalam proses pelaksanaan dan keberlangsungannya muncul pertanyaan, apakah muktamar kali ini boleh dikatakan muktamar ma'ruf atau muktamar munkar.
Jawabannya adalah, apabila muktamar dilaksanakan dan berlangsung sesuai ideologi politik Islam PPP, yakni dalam rangka mencari ridha Allah, sesuai dengan syariat-Nya, berdasarkan ilmu dan kecerdasan, serta selama proses dan berlangsungnya muktamar konsinten, istiqamah dengan syariat Allah, maka muktamar itu dapat dikatakan muktamar ma'ruf.
Tapi, jika dalam praktiknya antitesis terhadap muktamar ma'ruf sebagaimana saya diskrepsikan, terjadi akal-akalan, tipu daya, rekayasa sesat, sogok menyogok, suap menyuap (rasywah) dengan dalih dan nomenklatur apapun, maka ia adalah muktamar munkar.
Ketahuilah dan sadarlah, bahwa rakyat/umat akan tahu dan menilai kualitas muktamar, apakah muktamar X PPP m'aruf atau munkar.
Dengan demikian rakyat/umat akan menentukan masa depan PPP, apakah akan kembali bangkit atau tetap terpuruk dan berstatus sebagai partai gurem.
Baca juga: PPP Ditinggal Umat Jika Khianati Ideologi Politik Islam
Namun jangan lupa, bahwa kualitas muktamar satu paket dengan kualitas sosok yang menjadi top leader hasil muktamar.
Karena ada juga suara yang mengatakan, bahwa kualitas leadership juga sangat menentukan ketika mengelola organisasi dan melakukan kerja-kerja politik PPP dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini.
Sekaligus menjadi daya tarik rakyat/umat memberi dukungan demi eksistensi dan peran PPP ke depan, atau boleh jadi sebaliknya karena faktor leadership, rakyat/umat semakin jauh meninggalkan PPP.
Husnan, Mardiono, Agus
Lagi saya ingatkan Hadis Rasulullah Muhammad saw. "Saya adalah orang pertama berbuat terhadap apapun yang saya perintahkan kepadamu".
Berdasarkan hadis ini, sesungguhnya pemimpin harus menjadi penggerak utama dan teladan dalam kepemimpinan dan aktualisasi ideologi.
Bagi PPP dengan ideologi politik Islam rahmatan lil a'lamin yang melandasi kerja-kerja politik.
Top leader harus menjadi penggerak utama dan teladan, niscaya dalam segala ruang dan waktu kerja-kerja politik sesuai dengan ideologi.
Ini sebagai modal PPP kembali eksis dan berkiprah, bersanding dan bertanding dengan partai-partai lain dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri ini.
Demi tujuan ini, dan kebangkitan kembali PPP dalam konstelasi politik nasional, tiga nama di atas sudah muncul ke publik untuk dipilih sebagai top leadernya.
Baca juga: Barakallah Muktamar X PPP - Muhasabah: Kembali ke Khittah Sesuai Ideologi Politik Islam
Pada tanggal 18 Agustus 2025, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie secara resmi menyampaikan deklarasi pencalonannya sebagai calon ketua umum (caketum) DPP PPP dalam sebuah forum di ruang rapat kantor DPP PPP Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan orasi politik yang mencerminkan keseriusan dan visi ideologisnya terhadap masa depan partai.
Sementara itu, dua nama lain yang disebut-sebut sebagai caketum sejauh ini baru diumumkan oleh para pendukungnya, dan belum terdengar pernyataan langsung ataupun orasi politik dari mereka secara terbuka.
Sebagai kader PPP yang telah lama berkhidmat, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pandangan dan penilaian terhadap dinamika ini.
Penilaian saya tidak ditujukan pada pribadi masing-masing, melainkan pada kapasitas dan rekam jejak mereka dalam kaitannya dengan masa depan PPP sebagai partai umat yang berideologi Islam rahmatan lil 'alamin.
Terkait Saudara Mardiono, saya telah beberapa kali menyampaikan pandangan kritis terhadap kiprah politik beliau.
Berdasarkan fakta-fakta yang dapat disaksikan bersama, kualitas kepemimpinan yang ditunjukkan selama ini belum mencerminkan kapasitas yang dibutuhkan untuk memimpin partai Islam warisan ulama.
Beberapa aspek mendasar seperti latar pendidikan, kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, serta konsistensi terhadap ideologi partai masih menjadi pertanyaan publik.
Kerja-kerja politik yang cenderung pragmatis dan tidak berlandaskan nilai-nilai ideologis telah berdampak pada kemunduran PPP di panggung politik nasional.
Baca juga: Tazkirah Menyongsong Muktamar PPP: Uang Bukan Segalanya, Politik Adalah Amanah
Oleh karena itu, dengan penuh hormat saya menyarankan agar saudara Mardiono tidak kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum, meskipun untuk posisi lain dalam struktur partai tentu masih terbuka ruang kontribusi.
Adapun saudara Agus, saya melihat rekam jejak politiknya belum menunjukkan keterpautan yang kuat dengan ideologi politik Islam rahmatan lil 'alamin yang menjadi dasar perjuangan PPP.
Dalam konteks ini, saya merasa perlu menyampaikan kekhawatiran bahwa partai yang telah saya perjuangkan dengan penuh dedikasi, keringat, dan pengorbanan, jangan sampai dijadikan sekadar kendaraan politik untuk mengejar jabatan dan kekuasaan.
Kita semua berharap agar PPP tetap menjadi wadah perjuangan amar ma’ruf nahi munkar, bukan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata.
Sebaliknya, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie menunjukkan sosok yang santun, cerdas, sederhana, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap ideologi politik Islam PPP.
Beliau bukan figur yang berpindah-pindah haluan, melainkan kader tulen yang telah lama berproses dalam lingkungan partai.
Dengan latar belakang akademik yang jelas dan pengalaman yang luas, beliau siap menunjukkan komitmen ideologis dan kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengembalikan eksistensi dan marwah PPP di kancah politik nasional.
Baca juga: Jelang Muktamar X PPP: Ghazali Abbas Adan Ingatkan Bahaya Politik Transaksional
Prof. Husnan juga telah menyampaikan kesiapan untuk menunjukkan ijazah asli dari seluruh jenjang pendidikan, baik dalam maupun luar negeri, serta memperdengarkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Visi dan misi yang beliau usung berakar kuat pada ideologi politik Islam rahmatan lil 'alamin, dengan harapan agar PPP dapat kembali memberi manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan suku maupun agama.
Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang tenang dalam beribadah, sejahtera dalam kehidupan, aman dari ketakutan, dan berakhlak mulia--baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
Sebagai penutup, saya ingin menegaskan kembali bahwa masa depan PPP sangat bergantung pada kualitas dan integritas pemimpinnya.
Kebangkitan partai dari keterpurukan hanya mungkin terjadi jika top leader-nya mampu mengaktualisasikan ideologi politik Islam secara konsisten demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Ghazali Abbas Sebut Figur tak Mampu Baca Quran tidak Layak Pimpin PPP
Hal ini terpulang kepada almukarramin wal muhtaramin para peserta muktamar (muktamirun) niscaya bermuktamar berlangsung secara ma'-ruf sesuai dengan ideologi politik Islam yang menjadi dasar kerja-kerja politik partai berlambang Ka'bah Musyarrafah ini.
In uriidu illaa al-ishlaaha maa istath'atu, wamaa tawfiiqii illaa billaah, 'alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib, Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanyalah dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal, dan kepada-Nya (pula) aku kembali (QS, Hud, ayat 88).
*) PENULIS adalah Abang Jakarta 1979, Politisi PPP, dan mantan Anggota Parlemen, DPR/DPD/MPR-RI.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
Muktamar X PPP
PPP
calon ketua umum ppp
Partai Persatuan Pembangunan
Partai PPP
partai politik
Serambi Indonesia
| Alue Naga: Menemukan Ketenangan dalam Kesederhanaan |
|
|---|
| Refleksi Lima Tahun Blok B: Saatnya Aceh Menuntut Trasparansi dan Keadilan Distributif |
|
|---|
| Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf |
|
|---|
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ghazali-899.jpg)