KUPI BEUNGOH
PPP Ditinggal Umat Jika Khianati Ideologi Politik Islam
seluruh kader PPP, khususnya para pemimpin dan elite partai, wajib mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kerja-kerja politik mereka
Oleh: Ghazali Abbas Adan*)
Dalam group WA keluarga besar PPP (Partai Persatuan Pembangunan) yang anggota di dalamnya juga para petinggi dan elit PPP, sudah berulang kali saya nyatakan, bahwa PPP bukan partai robot yang bergerak karena tombol yang ditekan orang lagi.
Tetapi PPP adalah partai Islam warisan ulama dengan ideologi yang jelas, yaitu ideologi politik Islam sebagaimana termaktub dalam butir-butir Khidmat dan Prinsip Perjuangan PPP, ialah:
Khidmat, yakni;
Pertama, mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.
Kedua, menegakkan hak asasi manusia (HAM).
Ketiga mewujudkan persatuan nasional.
Keempat, musyawarah.
Kelima, mewujudkan masyarakat adil makmur.
Prinsip Perjuangan, yakni;
pertama prinsip ibadah.
Kedua, prinsip amar ma'ruf nahi munkar.
Ketiga prinsip jejujuran, keadilan, dan kebenaran.
Keempat, prinsip musyawarah.
Kelima, prinsip kesamaan, kebersamaan, dan persatuan.
Keenam, prisip istiqamah.
Butir-butir Khidmat dan Prinsip Perjuangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disusun dan dijalankan dalam bingkai Islam rahmatan lil 'alamin.
Setiap butirnya berlandaskan dalil-dalil naqli, yakni Al-Qur’an dan Hadis, sebagai sumber utama nilai dan arah perjuangan.
Para politisi PPP bukanlah sosok yang bekerja secara mekanis atau mengikuti arus kepentingan luar dan dorongan hawa nafsu, melainkan berpegang teguh pada ideologi politik Islam yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam.
Baca juga: Tazkirah Menyongsong Muktamar PPP: Uang Bukan Segalanya, Politik Adalah Amanah
Oleh karena itu, seluruh kader PPP, khususnya para pemimpin dan elite partai, wajib mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kerja-kerja politik mereka.
PPP sebagai warisan perjuangan para ulama dan rumah besar umat Islam harus mampu menunjukkan manfaat nyata bagi rakyat.
Kehadirannya di tengah masyarakat harus dirasakan sebagai solusi dan harapan, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW bahwa sebaik-baik umat adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama.
Dengan demikian, PPP layak disebut sebagai partai terbaik apabila kiprah politiknya benar-benar memberi maslahat bagi rakyat luas.
Inilah cita-cita luhur para ulama pendiri PPP: menjadikan partai ini sebagai kekuatan politik yang berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.
Era Pengkhianatan Ideologi
"Wahai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan (menulis) sesuatu yang tidak kamu kerjakan?, (itu) sungguh dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan (tulis) apa yang kamu tidak kerjakan" (QS, As-Shaf, ayat 2-3).
“Dan jikalaulah kebenaran itu menuruti keinginan (hawa nafsu) mereka, pasti binasalah langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya" (QS, Al-Mu'minun, ayat 71).
kupi beungoh
PPP
partai politik
Ideologi
Serambi Indonesia
Partai Persatuan Pembangunan
Politik Islam
| Alue Naga: Menemukan Ketenangan dalam Kesederhanaan |
|
|---|
| Refleksi Lima Tahun Blok B: Saatnya Aceh Menuntut Trasparansi dan Keadilan Distributif |
|
|---|
| Pelajaran Tangkulo dari Kebun Pak Yusuf |
|
|---|
| Merawat Identitas Serambi Mekkah di Tengah Arus Modernisasi |
|
|---|
| Penundaan Persetujuan PoD I Gubernur Aceh: Antara Romantisme Sejarah dan Realisme Investasi Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ghazali-Abbas-Adan-Abang-Jakarta-1979-Politisi-PPP-Mantan-Anggota-Parlemen-RI.jpg)