Kupi Beungoh
Dulu Tamparan Jadi Pelajaran, Kini Jadi Laporan
Bukan hanya soal tamparan. Tapi tentang cara kita memaknai didikan. Tentang bagaimana masyarakat mengubah guru menjadi pihak yang selalu dicurigai.
Kita lupa, mendidik bukan hanya menyalurkan ilmu. Tapi juga membentuk karakter. Dan karakter tidak lahir dari kenyamanan. Ia lahir dari benturan, dari teguran, dari rasa malu, dari disiplin, dari orang-orang yang berani menegur saat salah.
Kepala SMAN 1 Cimarga itu mungkin salah secara prosedur. Tapi niatnya tidak jahat. Ia tidak sedang memukul. Ia hanya sedang mendidik dengan caranya. Sayangnya, negara ini kini lebih cepat menghukum guru daripada memahami perannya.
Kalau setiap guru takut mendidik, maka siapa nanti yang berani menegur anak-anak kita.
Dan ketika guru berhenti menegur, maka tamatlah pelajaran paling penting dalam hidup: pelajaran tentang tanggung jawab.(*)
*) Penulis adalah Kandidat Doktor Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Alwy-Akbar-Al-Khalidi-MH-010101.jpg)