KUPI BEUNGOH
Yang tak Terliput dari Lirboyo
Program Xpose Uncensored di Trans7, 13 Oktober 2025, mencoba menyingkap rahasia di Pondok Pesantren Lirboyo. Kamera mereka tajam, tapi niatnya buram.
Oleh: Mustafa Husen Woyla*)
Program Xpose Uncensored di Trans7, 13 Oktober 2025, mencoba menyingkap rahasia di Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur. Kamera mereka tajam, tapi niatnya buram.
Tayangan itu tampak ingin membuka “dapur pesantren”, namun yang terbuka justru ketidaktahuan tentang dunia adab.
Tulisan ini bukan untuk marah, melainkan untuk meluruskan. Sebab yang tak terliput oleh kamera sering kali justru yang paling penting: ruh pengabdian, ketulusan, dan tradisi ilmu.
Antara Adab dan Amarah
Ada yang menuduh pesantren itu feodal. Katanya, santri mencium tangan kiai seperti budak kepada tuannya.
Katanya pula, sistem ndalem dan ta’dzim hanyalah cara halus melestarikan ketundukan.
Mereka yang bicara begitu biasanya tak pernah mondok.
Atau kalau pun pernah, mungkin cuma seminggu, lalu pulang karena tak kuat disuruh cuci piring dengan ikhlas.
Padahal di negeri ini, bukan pesantren yang melestarikan feodalisme. Justru dunia pendidikan modern yang membesarkannya.
Bedanya, di pesantren ada adab, di luar pesantren sering kali yang tersisa hanya amarah.
Berikut Saya urai sebagai bahan perbandingan saja agar juru kamera Trans7 meliputnya;
Pendidikan Kedinasan: Disiplin yang Menyakitkan
Lihatlah sekolah-sekolah kedinasan. Di sana, sistem senioritas sering kali lebih keras dari aspal Cibogo.
Setiap tahun, peserta didik disambut dengan “pendidikan kedisiplinan” yang berubah menjadi ajang kekerasan.
Beberapa tahun lalu, seorang peserta pelatihan tewas bukan karena gagal ujian, tapi karena gagal menahan sepakan senior.
Katanya demi membentuk pemimpin berwibawa, tapi yang terbentuk justru budaya takut dan luka.
Tenaga Medis dan Dunia Militer
| Menjaga Api yang Terus Menyala: Kiat Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Sehat di Aceh |
|
|---|
| Syeh Syoh: Behavioral Noise di Forum Publik Aceh |
|
|---|
| Sekolah di Persimpangan Jalan: Antara Akses, Pilihan, dan Ketimpangan |
|
|---|
| PERTI Aceh: Menjaga Sanad, Merawat Tradisi, dan Menata Arah Keberagamaan |
|
|---|
| Di Aceh, Siapa yang Melindungi Perempuan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Mustafa-Husen-Woyla_Ponpes-Lirboyo-Jawa-Timur-tahun-2014.jpg)