Opini
Jalan Layang Pesisir Lhoknga-Lamno Lebih Unggul daripada Terowongan Geurute
Jalur ini selama puluhan tahun menjadi urat nadi penghubung antara wilayah barat Aceh dengan ibu kota provinsi.
Oleh: Mayjen TNI (Purn.) Teuku Abdul Hafil Fuddin (Tokoh Masyarakat Aceh Barat–Selatan)
RENCANA peningkatan jalur strategis Banda Aceh – Aceh Jaya kembali menjadi perhatian.
Jalur ini selama puluhan tahun menjadi urat nadi penghubung antara wilayah barat Aceh dengan ibu kota provinsi.
Tantangan utama terletak di kawasan perbukitan Paro, Kulu, dan Geurute, di mana kemiringan jalan, curah hujan tinggi, serta potensi longsor kerap menghambat mobilitas barang dan manusia.
Dua opsi besar kini mengemuka: pembangunan jalan layang pesisir (Lhoknga–Lamno) atau pembuatan terowongan menembus perbukitan Geurute.
Keduanya bertujuan sama--mempercepat konektivitas dan menekan risiko bencana--namun memberikan dampak ekonomi yang sangat berbeda.
Jalan Layang Pesisir: Infrastruktur yang Menumbuhkan Ekonomi
Pilihan membangun jalan layang menyusuri pesisir barat bukan sekadar solusi teknis, tetapi langkah strategis membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan panjang sekitar 25 kilometer, jalur ini dapat dirancang sejajar dengan garis pantai, melewati kawasan wisata Lhoknga, Ujong Pancu, hingga Lamno yang memiliki potensi wisata dan perikanan tinggi.
Dari sisi biaya, pembangunan jalan layang di atas garis pantai jauh lebih efisien.
Berdasarkan perbandingan proyek sejenis di Indonesia, biaya jalan layang pesisir rata-rata berkisar antara Rp150–250 miliar per kilometer, tergantung kondisi lahan dan bentang struktur.
Sementara itu, biaya terowongan pegunungan dapat mencapai Rp600 miliar hingga Rp1 triliun per kilometer, belum termasuk biaya sistem keamanan, ventilasi, dan mitigasi gempa.
Lebih dari sekadar hemat biaya, jalur layang pesisir juga memberi multiplier effect yang langsung dirasakan masyarakat:
- Menghidupkan sektor pariwisata pesisir,
- Membuka akses bagi nelayan dan UMKM pesisir,
- Memperluas konektivitas logistik untuk produk pertanian dan hasil laut,
- Mendorong investasi baru di sektor perhotelan dan ekonomi kreatif.
Pemandangan laut yang spektakuler dapat menjadikan jalur ini ikon baru seperti Great Ocean Road di Australia atau Jeju Coastal Road di Korea Selatan.
Infrastruktur ini tak hanya menghubungkan wilayah, tapi juga memperkuat identitas ekonomi pesisir Aceh.
Terowongan Geurute: Solusi Teknis Berbiaya Tinggi
Pembangunan terowongan menembus gunung Geurute memang tampak menjanjikan dari sisi waktu tempuh, namun memiliki tantangan besar dalam aspek biaya, geologi, dan perawatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilutrasi-Jalan-layang-Lhoknga-Lamno.jpg)