Serambi Ramadhan
Surga Juga Merindukan Manusia, Tgk Wahyu Mimbar: Ini 4 Golongan yang Disebut dalam Hadis
“Selama nyawa belum sampai di kerongkongan dan matahari belum terbit dari barat, pintu taubat masih terbuka,” jelasnya.
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Banyak umat Islam merindukan surga sebagai tempat kebahagiaan abadi. Namun ternyata, dalam ajaran Islam disebutkan bahwa surga juga merindukan beberapa golongan manusia.
Hal tersebut disampaikan oleh Tgk Wahyu Mimbar, S.Pd.I., M.Ag., Pengurus DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dalam program Serambi Ramadan yang tayang di kanal YouTube Serambinews.com pada Minggu (8/3/2026).
Mengangkat tema “Orang-orang yang Dirindukan Surga”, acara ini dipandu oleh host Gina Zahrina.
Acara ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia bersama Ikatan Sarjana Alumni Dayah Aceh, yang didukung oleh Bank Aceh Syariah. Program Ramadan ini tayang setiap hari pukul 14.30 WIB selama bulan Ramadan.
Dalam pemaparannya, Tgk Wahyu Mimbar menjelaskan bahwa selama ini umat Islam selalu berharap dan merindukan surga sebagai tempat kenikmatan abadi.
Namun dalam beberapa riwayat hadis dijelaskan bahwa surga juga memiliki “kerinduan” kepada hamba-hamba tertentu yang memiliki amalan istimewa.
Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa dalam Keadaan Berjunub? Simak Penjelasan Tgk Salman dalam Serambi Ramadhan
Menurutnya, surga adalah makhluk ciptaan Allah. Karena itu, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa surga memiliki keinginan agar orang-orang tertentu dapat memasukinya.
“Dalam riwayat Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia,” ujarnya.
Berikut 4 Golongan yang Disebut Dalam Hadist
1. Orang yang Senantiasa Membaca Al-Qur’an
Golongan pertama adalah orang yang membiasakan dirinya membaca Al-Qur’an.
Tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga di luar Ramadan. Membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan utama yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah.
“Karena itu di bulan Ramadan banyak umat Islam memanfaatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, baik setelah salat subuh maupun setelah salat tarawih,” jelasnya.
2. Orang yang Menjaga Lisannya
Golongan kedua adalah orang yang menjaga lisannya.
Artinya, seseorang berhati-hati dalam berbicara dan hanya mengucapkan kata-kata yang baik. Jika tidak mampu berkata baik, maka lebih baik diam.
Ia juga mengutip pesan ulama yang menyebutkan bahwa seseorang seharusnya berpikir sebelum berbicara.
“Kadang kita justru sebaliknya, berbicara seribu kali baru berpikir sekali. Padahal seharusnya berpikir dulu sebelum berbicara,” katanya.
Baca juga: Tgk Mustafa Husen Woyla Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan
3. Orang yang Memberi Makan Orang Lapar
Podcast Serambi Ramadhan
serambi ramadhan
surga menantimu
Tgk Wahyu Mimbar MAg
Orang-orang yang Dirindukan Surga
ramadhan 1447 H
Serambinews
| I’tikaf Akhir Ramadhan Jadi Momentum Penyucian Jiwa dan Penguatan Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Ciri Jiwa Bersih Usai Ramadhan, Tgk Darmawan Sebut Istiqamah Beribadah hingga Menjauhi Kecurangan |
|
|---|
| Tak Hanya Ibadah, Zakat Fitrah Dinilai Mampu Menguatkan Solidaritas Sosial Masyarakat |
|
|---|
| Memasuki Fase 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kuantitas Ibadah Harus Seimbang dengan Nilai Ihsan |
|
|---|
| Falsafah Lapar dalam Puasa, Menumbuhkan Empati Sesama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Podcats-ramadhan-8-maret-2026.jpg)