Jumat, 1 Mei 2026

3 Maret 2026 Gerhana Bulan Total, Berikut Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Beserta Dalilnya

Dalam ajaran Islam, ketika terjadi gerhana baik bulan maupun matahari umat muslim dianjurkan menunaikan shalat sunnah.

Tayang:
Editor: Amirullah
Meta AI
Ilustrasi gerhana bulan total buatan Meta AI. 3 Maret 2026 Gerhana Bulan Total, Berikut Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Beserta Dalilnya 

SERAMBINEWS.COM – Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Peristiwa langit ini bisa disaksikan dari Indonesia, dan seperti biasa, umat Islam dianjurkan untuk tidak sekadar melihatnya, tetapi juga menghidupkan malam itu dengan ibadah.

Dalam ajaran Islam, ketika terjadi gerhana baik bulan maupun matahari umat muslim dianjurkan menunaikan shalat sunnah.

Untuk gerhana bulan, ibadah ini dikenal sebagai shalat khusuf. Hukumnya sunnah muakkadah, artinya sangat dianjurkan.

Anjuran ini bukan tanpa dasar. Praktiknya bersandar pada hadis-hadis sahih yang menggambarkan langsung bagaimana Rasulullah SAW melaksanakannya.

Baca juga: Gerhana Bulan Total akan Segera Menghiasi Langit Aceh, Ini Waktu Terbaik Shalat Gerhana

Dalil Sholat Gerhana Bulan

Penjelasan mengenai dalil sholat gerhana pernah dipaparkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Disebutkan, terdapat sejumlah riwayat sahih dari para sahabat dan istri Nabi yang menjadi landasan pelaksanaan shalat gerhana.

Salah satunya riwayat dari Aisyah r.a.:

“Pada shalat gerhana, Nabi Muhammad SAW menjaharkan bacaannya. Beliau melaksanakan empat kali rukuk dalam dua rakaat serta empat kali sujud.”
(HR al-Bukhari dan Muslim, lafaz Muslim dari Aisyah r.a.)

Ada pula riwayat dari al-Mughirah bin Syu’bah r.a. yang menceritakan bahwa gerhana matahari pernah terjadi bertepatan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW. Saat itu, sebagian orang mengaitkannya dengan kematian Ibrahim. Rasulullah SAW kemudian meluruskan:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka berdoalah kepada Allah dan kerjakanlah salat sampai gerhana itu selesai.”
(HR al-Bukhari)

Riwayat lain dari Abu Mas’ud r.a. juga menegaskan hal serupa:

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak gerhana karena kematian seseorang. Akan tetapi keduanya adalah tanda kebesaran Allah. Maka apabila kamu melihat keduanya, berdirilah dan kerjakan salat.”
(HR al-Bukhari dan Muslim)

Hadis dari Aisyah tergolong sunnah fi’liyyah (contoh perbuatan Nabi), sementara dua riwayat lainnya termasuk sunnah qauliyyah (sabda Nabi). Keduanya sama-sama menegaskan bahwa shalat gerhana adalah ibadah khusus yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Lalu bagaimana pelaksanaan sholat gerhana bulan tersebut?

Baca juga: 5 Tips Berhasil War Tukar Uang Baru di pintar.bi.go.id, Siapkan Data hingga Bersihkan Cache Browser

Tata cara sholat gerhana bulan

Berikut ini adalah tata cara sholat gerhana bulan sebagaimana tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved