Jumat, 17 April 2026

Kajian Islam

Bolehkah Niat Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Simak Penjelasan Buya Yahya

Menurutnya, menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadhan) dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis tidak diperkenankan.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
Tangkapan layar/YouTube Al Bahjah
Pendakwah Buya Yahya. 

SERAMBINEWS.COM – Masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya soal boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Senin-Kamis.

Pertanyaan ini kerap muncul, terutama bagi mereka yang ingin mengejar pahala sekaligus melunasi kewajiban.

Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube Al Bahjah TV yang dikutip pada Senin (23/3/2026), Buya Yahya memberikan penjelasan tegas terkait hal tersebut.

Menurutnya, menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadhan) dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis tidak diperkenankan.

“Kalau digabungkan menjadi tidak sah. Misalnya Anda mengqadha puasa Ramadhan di hari Kamis, lalu Anda niat menggabungkan antara qadha dengan puasa Kamis, maka itu tidak sah,” jelasnya.

Buya Yahya menegaskan, dalam ibadah puasa, niat fardu (wajib) tidak bisa disatukan dengan niat sunnah. Keduanya harus dipisahkan.

Baca juga: Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Ketentuannya

Namun demikian, ada hal menarik yang perlu dipahami. Meski tidak boleh digabung, seseorang yang melaksanakan puasa qadha di hari Senin atau Kamis tetap berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah tersebut.

“Kalau Anda niatnya qadha saja di hari Kamis, insyaAllah tetap dapat pahala puasa Kamis,” ujarnya.

Boleh Gabung Jika Sama-sama Sunnah

Berbeda halnya jika yang digabung adalah sesama puasa sunnah. Dalam kondisi tertentu, hal itu diperbolehkan.

Sebagai contoh, puasa Senin yang bertepatan dengan puasa Asyura atau Arafah. Dalam kasus seperti ini, niat boleh digabung.

“Kalau puasa sunnah dengan sunnah, boleh digabungkan. Misalnya hari Senin bertepatan dengan Asyura,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang terlalu merumitkan lafaz niat.

Baca juga: Sering Langsung Tarawih Setelah Isya? Buya Yahya Ingatkan Shalat Ba’diyah Isya Jangan Terlewat

Ia menegaskan, niat tidak harus diucapkan panjang lebar atau menggunakan bahasa Arab. Yang terpenting adalah lintasan dalam hati.

“Tidak perlu ribet. Cukup dalam hati, ‘saya niat puasa Ramadan besok’ atau ‘saya niat qadha Ramadan’,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved