Kajian Islam
Bolehkah Niat Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Simak Penjelasan Buya Yahya
Menurutnya, menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadhan) dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis tidak diperkenankan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM – Masih banyak umat Muslim yang bertanya-tanya soal boleh tidaknya menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Senin-Kamis.
Pertanyaan ini kerap muncul, terutama bagi mereka yang ingin mengejar pahala sekaligus melunasi kewajiban.
Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube Al Bahjah TV yang dikutip pada Senin (23/3/2026), Buya Yahya memberikan penjelasan tegas terkait hal tersebut.
Menurutnya, menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadhan) dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis tidak diperkenankan.
“Kalau digabungkan menjadi tidak sah. Misalnya Anda mengqadha puasa Ramadhan di hari Kamis, lalu Anda niat menggabungkan antara qadha dengan puasa Kamis, maka itu tidak sah,” jelasnya.
Buya Yahya menegaskan, dalam ibadah puasa, niat fardu (wajib) tidak bisa disatukan dengan niat sunnah. Keduanya harus dipisahkan.
Baca juga: Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal, Simak Penjelasan Buya Yahya Soal Jadwal dan Ketentuannya
Namun demikian, ada hal menarik yang perlu dipahami. Meski tidak boleh digabung, seseorang yang melaksanakan puasa qadha di hari Senin atau Kamis tetap berpeluang mendapatkan pahala puasa sunnah tersebut.
“Kalau Anda niatnya qadha saja di hari Kamis, insyaAllah tetap dapat pahala puasa Kamis,” ujarnya.
Boleh Gabung Jika Sama-sama Sunnah
Berbeda halnya jika yang digabung adalah sesama puasa sunnah. Dalam kondisi tertentu, hal itu diperbolehkan.
Sebagai contoh, puasa Senin yang bertepatan dengan puasa Asyura atau Arafah. Dalam kasus seperti ini, niat boleh digabung.
“Kalau puasa sunnah dengan sunnah, boleh digabungkan. Misalnya hari Senin bertepatan dengan Asyura,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang terlalu merumitkan lafaz niat.
Baca juga: Sering Langsung Tarawih Setelah Isya? Buya Yahya Ingatkan Shalat Ba’diyah Isya Jangan Terlewat
Ia menegaskan, niat tidak harus diucapkan panjang lebar atau menggunakan bahasa Arab. Yang terpenting adalah lintasan dalam hati.
“Tidak perlu ribet. Cukup dalam hati, ‘saya niat puasa Ramadan besok’ atau ‘saya niat qadha Ramadan’,” jelasnya.
| Buya Yahya soal Taubat Transgender: Tak Perlu Operasi Ulang, Warganet Kaitkan Lucinta Luna |
|
|---|
| Amalan untuk Meringankan Orang yang Wafat & Semasa Hidupnya Jarang Shalat, Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Hukum Meminjamkan Nama & KTP untuk Utang Riba ke Rentenir? Buya Yahya: Siap-Siap Ikut Tanggung Dosa! |
|
|---|
| Takut Hamil, Istri Diam-diam Pasang KB, Bolehkah Tanpa Sepengetahuan Suami? Ini Kata Buya Yahya |
|
|---|
| Janda Bertanya, Bolehkah Gunakan Alat Tertentu untuk Hindari Zina? Ini Jawaban Tegas Buya Yahya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pendakwah-Buya-Yahya-Al-Bahjah.jpg)