TAG
Nelayan Aceh Singkil
-
Korban ditemukan nelayan Sibolga, Sumatera Utara, yang melintas di sekitar perairan antara Pulau Panjang dengan Pulau Dundun
Jumat, 15 Agustus 2025
-
"Nama beliau asli Bainuddin alis Pak Boh Hatee. Kalau kami panggil Mama Boh Hatee," kata David, kerabat korban.
Jumat, 15 Agustus 2025
-
Korban ditemukan kapal nelayan Sibolga, Sumatera Utara, di sekitar Pulau Dundun, Jumat (15/8/2025) pagi.
Jumat, 15 Agustus 2025
-
"Penyebabnya mesin boat (perahu) rusak," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Al Husni.
Jumat, 15 Agustus 2025
-
Korban ditemukan nelayan Sibolga, Sumatera Utara, yang melintas di sekitar perairan Tapanuli Tengah.
Selanjutnya diantar ke sekitar Pulau Birahan,
Jumat, 15 Agustus 2025
-
Berangkat melaut seorang diri seperti kebiasaannya selama ini melalui alur pelayaran muara Danau Anak Laut.
Kamis, 14 Agustus 2025
-
Bainuddin pergi melaut seorang diri dengan menggunakan perahu kayu mesin. Korban diperkirakan hilang di sekitar perairan Singkil Utara.
Kamis, 14 Agustus 2025
-
Uniknya lagi, nelayan akan memilihkan ikan terbaik hasil tangkapnya untuk diberikan cuma-cuma kepada temannya yang meminta.
Rabu, 30 Juli 2025
-
Semalaman di laut, penghasilan nelayan tradisional ternyata hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Terkadang malah tidak dapat.
Rabu, 30 Juli 2025
-
Ganas mengusulkan pembangunan pos pengawas terpadu, mercusuar di Karang Raja Uda dan Ujung Simanuk-manuk, serta perumahan nelayan di keempat pulau.
Jumat, 20 Juni 2025
-
"Seluruh nelayan Aceh, khususnya nelayan Aceh Singkil tetap bersaudara dan bersahabat dengan nelayan Sumut, yang khusunya berasal dari Tapanuli Tengah
Jumat, 20 Juni 2025
-
Korban berusaha pulang, namun akibat cuaca buruk perahu diterjang ombak, hingga dipenuhi air laut.
Minggu, 18 Mei 2025
-
Kondisi itu acap menyebabkan perahu nelayan kandas di lokasi. Nahas, saat kandas ombak datang menerjang, sehingga perahu karam.
Jumat, 23 Agustus 2024
-
Penyebab lain adalah cuaca di laut sedang tidak bersahabat. Berupa angin kencang yang memicu terjadinya gelombang besar.
Kamis, 23 Mei 2024
-
Kedua nelayan itu berangkat melaut pada Sabtu 28 Oktober 2023 sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka melaut dengan menggunakan perahu kayu terpisah.
Minggu, 29 Oktober 2023
-
KM Siang Malam dengan nakhoda Dedi warga Pulo Sarok, berangkat melaut bersama lima awak kapal sekitar pukul 18.00 WIB.
Sabtu, 8 Juli 2023
-
Ikan yang dalam bahasa ilmiah disebut scomberoides iysan itu, ditangkap dengan cara dijaring di sekitar karang.
Senin, 17 Oktober 2022
-
Nelayan Aceh Singkil saat ini sedang menikmati panen cumi. Kondisi itu membuat para nelayan gembira.
Kamis, 25 Agustus 2022
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved