Senin, 27 April 2026

Video

VIDEO - AS Cegat Kapal ‘Armada Bayangan’ Iran M/V Sevan, Dikawal Militer Kembali ke Teheran

Kapal-kapal tersebut kerap mematikan sistem pelacak, memalsukan data lokasi, hingga mengganti identitas

SERAMBINEWS.COM - Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengumumkan telah mencegat satu kapal yang diduga merupakan bagian dari “armada bayangan” milik Iran.

Pencegatan tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Economic Fury yang bertujuan menekan aktivitas ekonomi Iran di tengah sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Kapal bernama M/V Sevan dicegat di wilayah Laut Arab oleh helikopter Angkatan Laut AS. Kapal ini termasuk dalam daftar 19 kapal yang masuk kategori “armada bayangan” dan telah dikenai sanksi oleh pemerintah AS.

Baca juga: Kelompok Bersenjata Irak Klaim Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS KC-135, CENTCOM Bantah Diserang

Setelah dicegat, kapal tersebut kini diarahkan kembali menuju Iran dengan pengawalan militer Amerika Serikat. CENTCOM menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya penegakan sanksi serta blokade terhadap aktivitas maritim Iran.

Sejak operasi tersebut dimulai, dilaporkan sebanyak 37 kapal telah dialihkan oleh pihak AS sebagai bagian dari penindakan terhadap jaringan pelayaran yang dianggap melanggar sanksi.

Armada bayangan Iran sendiri dikenal sebagai jaringan kapal tanker tua yang beroperasi melalui perusahaan-perusahaan fiktif. Jaringan ini digunakan untuk mengangkut minyak secara tersembunyi guna menghindari pengawasan dan sanksi internasional.

Dalam praktiknya, kapal-kapal tersebut kerap mematikan sistem pelacak, memalsukan data lokasi, hingga mengganti identitas seperti nama dan bendera kapal agar tidak terdeteksi.

Baca juga: Iran: Negosiasi tak Berlanjut Tanpa Pencabutan Blokade AS

Metode ini memungkinkan minyak Iran tetap dipasarkan ke berbagai negara, terutama di kawasan Asia, meskipun berada di bawah tekanan sanksi.

Langkah pencegatan oleh AS ini dinilai sebagai bagian dari peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran, seiring dengan upaya Washington mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata di tengah ketegangan yang masih berlangsung. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved