Jumat, 5 Juni 2026

Video

VIDEO Mushola Teuku Umar, Meunasah Aceh di Tengah Denpasar Bali

Bangunan ini adalah meunasah dua lantai yang dibangun di atas lahan wakaf para perantau Aceh di Bali

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Di tengah hiruk-pikuk Denpasar Barat, kami memulai perjalanan dari Warung Mie Aceh Pondok Bangladesh.

Malam itu, setelah menikmati mie Aceh yang selalu pekat rasa rempah, Samsul Bahri (Wakil Ketua Masyarakat Aceh Bali atau MAB) dan Rusli Abdullah (Ketua Pemuda MAB), mengajak kami menyusuri jalan menuju sebuah tempat istimewa: Meunasah Aceh di Desa Pemecutan Kelod.

Desa Pemecutan Kelod, hanya sekitar satu kilometer dari warung, adalah kawasan strategis yang memadukan denyut ekonomi dan pariwisata. 

Di balik 15 dusunnya, desa ini menyimpan kekuatan adat yang hidup dalam banjar-banjar seperti Catur Asrama, Darsana, Eka Utama, Sapta Guna, dan Eka Dasi.

Di tengah pemukiman padat, berdiri sebuah bangunan megah yang didepannya terdapat plang bertulis Mushola Teuku Umar.

Baca juga: Warga Aceh di Bali Gelar Maulid Nabi SAW, Ini Jadwal dan Agendanya

Bangunan ini adalah meunasah dua lantai yang dibangun di atas lahan wakaf para perantau Aceh di Bali, dan menjadi pusat spiritual warga Aceh di Bali

Bangunan ini berdiri di atas lahan wakaf seluas 3,3 are, dengan luas bangunan 20x10 meter dan IMB untuk tiga lantai.

Setiap hari, mushalla ini dirawat oleh Julianto, marbot asal Kediri Jawa Timur. 

Di lantai bawah, anak-anak belajar Al-Qur’an. 

Sementara lantai atas menjadi ruang shalat utama, lengkap dengan AC dan kipas angin, mampu menampung hingga 500 jamaah.

Pengajian rutin digelar setiap Senin malam dan Kamis malam, menghadirkan ustaz dari Bali, NTB, hingga Jawa Timur. 

Tak hanya itu, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mikraj, buka puasa bersama, halal bihalal, dan qurban menjadi agenda tahunan yang dinanti.

Menariknya, setiap acara kenduri di mushalla ini juga mengundang warga nonmuslim sekitar, mempererat tali silaturahmi dalam keberagaman.

Paguyuban Masyarakat Aceh Bali (MAB) kini dipimpin oleh Basri, perantau asal Sabang yang juga pemilik PT Bali Kill, perusahaan jasa pembasmi rayap yang beroperasi hingga Lombok.

Baca juga: VIDEO - Berburu Mie Aceh di Bali, Silaturahmi dengan Para Perantau Aceh di Bali

Maulid Nabi Muhammad

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved