Soal Tanah Wakaf, Kepala BPKH Anggito: Maaf, yang Diterima Jamaah Aceh Itu Sedikit

yang ingin dilakukan oleh BPKH hanya berinvestasi, mengembangkan investasi dalam bentuk kerja sama

Soal Tanah Wakaf, Kepala BPKH Anggito: Maaf, yang Diterima Jamaah Aceh Itu Sedikit
Kontan.co.id/Daniel Prabowo
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu yang dihubungi Serambinews.com dari Banda Aceh, Rabu (14/3/2018) menjelaskan lumayan detail terkait investasi yang ingin dikembangkan di atas tanah wakaf Aceh di Arab Saudi.

Ia juga membantah tegas isu yang selama ini berkembang, yakni BPKH ingin mengambil alih pengelolaan tanah wakaf yang diwakafkan Habib Bugah Aceh ratusan tahun lalu tersebut.

Baca: Soal Tanah Wakaf Aceh di Arab Saudi, BPKH Angkat Bicara, Ini Penjelasan Anggito Abimanyu

Baca: Lancarkan Aksi ke Kantor Gubernur, Mahasiswa Minta Pusat tak Campuri Pengelolaan Tanah Wakaf Aceh

Baca: Pahami Baik-baik, Begini Bunyi Ikrar Wakaf Habib Bugak Aceh di Mekah Ratusan Tahun Lalu

Baca: Komandan Al-Asyi Kecam Rencana Pemerintah Pusat Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

Anggito memperjelas, yang ingin dilakukan oleh BPKH hanya berinvestasi, mengembangkan investasi dalam bentuk kerja sama, termasuk mengembangkan investasi hotel yang dibangun di atas tanah wakaf tersebut.

“Sudah ada hotel di sana, dan kontrak hotel itu akan habis delapan tahun lagi. Kami sudah bicara sama investornya supaya manfaatnya itu lebih banyak maka kalau boleh kita bekerja sama, kami sudah antre dulu sama nadzirnya, kalau bisa nanti investornya dari Indonesia,” jelas Anggito.

Kepada Serambinews.com, Anggito juga mengatakan, kompensasi investasi yang diterima jamaah haji asal Aceh dari investasi tanah wakaf itu selama ini, belum optimal.

Halaman
12
Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help