LIPSUS Jejak Kerajaan Kuala Batu

Jejak Aceh di Segel Dagang Kota Salem, Amerika Serikat

Bahkan meterai Salem, ketika direproduksi dengan benar, masih menyandang gambaran seorang Aceh

Jejak Aceh di Segel Dagang Kota Salem, Amerika Serikat
Kolase Serambinews.com/ist
Cover buku Quallah Battoo dan segel Kota Salem 

SERAMBINEWS.COM - Selain pernah membuat heboh publik Amerika Serikat akibat pembajakan kapal dagang Friendship (asal Kota Salem, Massachusetts), Kerajaan Kuala Batu ternyata juga punya kenangan manis bagi warga negara adidaya itu.

Sebelum peristiwa yang berujung pada pecahnya pertempuran hebat yang melibatkan marinir Angkatan Laut Amerika Serikat, Kerajaan Kuala Batu yang bernaung di bawah Kesultanan Aceh Darussalam, menjalin hubungan baik dengan para pedagang rempah-rempah asal Kota Salem, Amerika Serikat.

Tulisan-tulisan yang menceritakan hubungan rakyat Kuala Batu dengan para pedagang Kota Salem ini dengan mudah ditemui di berbagai website, berbahasa Indonesia maupun Inggris.

(Baca: Mengenal USS Potomac, Kapal Perang Amerika yang Membombardir Kuala Batu di Aceh Barat Daya)

(Baca: VIDEO - Ladang Perang Pertama Marinir Amerika Serikat di Asia Tenggara)

Untuk referensi berbahasa Indonesia, cukup menulis kata kunci “Kuala Batu” di mesin pencari google, langsung mengarahkan ke berbagai website dan blog.

Salah satunya adalah situs wikipedia yang merupakan ensiklopedia daring yang cukup terkenal di dunia maya.

Sementara untuk referensi berbagasa Inggris, kata kunci yang digunakan adalah “Quallah Battoo”.

Penelusuran Serambinews.com, cerita tentang Kerajaan Kuala Batu ini juga sudah dibukukan oleh seorang pakar sejarah asal Amerika Serikat, Dr. Ronald Stephen Knapp.

Hanya saja, dalam buku berjudul “Quallah Batto” yang dirilis pada 29 Agustus 2017 ini, Ronald Knapp lebih banyak menceritakan tentang kisah nyata serangan 1831 oleh orang-orang yang dia sebut sebagai "bajak laut Sumatera yang kejam" terhadap kapal lada asal Kota Salem, yang dipimpin oleh Kapten Charles Moses Endicott.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved