OTT KPK di Aceh

KPK Ungkap Ada Kalimat 'Kalian Hati-hati, Beli HP Nomor Lain' Dalam Kasus Suap Dana Otsus Aceh

Menurut Febri, sejak awal telah ditemukan bukti tentang pertemuan-pertemuan para pihak terkait dalam membahas anggaran DOKA tersebut.

KPK Ungkap Ada Kalimat 'Kalian Hati-hati, Beli HP Nomor Lain' Dalam Kasus Suap Dana Otsus Aceh
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mendalami kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 yang telah menyeret Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

"KPK masih terus mendalami informasi-informasi yang didapatkan terkait dengan perkara dugaan suap yang ditangani saat ini," kata Jubir KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulis kepada Serambinews.com, Senin (9/7/2018).

(Baca: Irwandi Bisa Praperadilan)

(Baca: KPK Sinyalir Ada Aliran Dana ke Saksi Steffy)

(Baca: KPK Cekal Steffy Burase, Nizarli, dan 2 Lainnya, 6 Bulan tak Boleh ke Luar Negeri, Ini Alasannya)

Menurut Febri, sejak awal telah ditemukan bukti tentang pertemuan-pertemuan para pihak terkait dalam membahas anggaran DOKA tersebut.

"Termasuk pengajuan dari kabupaten pada provinsi. Kami sedang mengurai komunikasi yang terjadi, karena sempat muncul pembicaraan tentang 'kewajiban' yang harus diselesaikan jika ingin dana DOK Aceh tersebut turun," katanya.

Diduga, kata kewajiban tersebut mengacu pada komitmen fee yang dibicarakan oleh pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

Seperti disampaikan saat konferensi pers, transaksi Rp 500 juta diduga bagian dr komitmen fee Rp 1.5 miliar yang direalisasikan.

"Aliran dana juga menjadi perhatian KPK, termasuk salah satu informasi aliran dana pada pihak tertentu yang akan kami klarifikasi pada saksi yang dicegah ke LN. Pemeriksaan akan dilakukan sesuai jadwal penyidikan nanti," jelas Febri lagi.

(Baca: Sempat Hilang, Akun Instagram Steffy Burase Kembali Aktif, Diduga Ini Penyebabnya)

Dalam kasus OTT Gubernur Aceh ini lanjut Febri, sempat muncul dalam komunikasi, kalimat 'kalian hati-hati, beli HP nomor lain'. Namun, Febri tak membeberkan siapa yang menyebut kalimat tersebut.

"Kami duga hal tersebut muncul karena ada kepentingan yang sedang dibicarakan sehingga khawatir diketahui oleh penegak hukum," kata Febri.

"Siapa nama pihak-pihak yang berkomunikasi tersebut tentu tidak bisa kami sampaikan sekarang. Tapi mereka adalah pihak yang terkait dalam perkara ini," pungkas Febri.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help