Aceh Masih Krisis Elpiji 3 Kg, Ini Penjelasan Pihak Pertamina Aceh

Namun, penyaluran tabung gas subsidi, yaitu elpiji 3 Kg saat ini belum sesuai aturan dan tujuan awal

Aceh Masih Krisis Elpiji 3 Kg, Ini Penjelasan Pihak Pertamina Aceh
Ilustrasi 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Saat ini Aceh mendapatkan jatah 91 ribu tabung gas subsidi, yaitu Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram, atau 29,6 juta tabung per tahun.

Tabung itu dipasok dari depot/terminal LPG di Pangkalan Susu, Sumatera Utara, dengan dibawa ke delapan SPBE di Aceh, lalu disalurkan ke agen resmi dan terakhir ke pangkalan resmi.

Namun, penyaluran tabung gas subsidi, yaitu elpiji 3 Kg saat ini belum sesuai aturan dan tujuan awal.

Baca: Aceh Krisis Elpiji 3 Kg

Tapi banyak sejumlah daerah terjadi krisis atau langka elpiji 3 Kg dan harga yang cukup tinggi.

Karena masih banyak orang mampu menggunakan tabung LPG yang seharusnya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

Sehingga solusinya harus dilakukan penyaluran secara tertutup.

Baca: Tindak Tegas Siapa pun Penyeleweng Elpiji 3 Kg

Hal itu disampaikan oleh Sales Executive LPG Pertamina Aceh, Yogi Indra, Senin (27/8/2018) saat menjadi narasumber Talkshow Cakrawala Radio Serambi FM.

Talkshow itu membedah Salam Serambi Indonesia dengan tema “Tindak Tegas Siapa Pun Penyeleweng LPG 3 Kg," yang juga ikut menghadirkan narasumber internal, yaitu Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika dan dipandu oleh host Tia Andalusia.

“Saat ini peruntukkan dan penyaluran memang masih belum sesuai dengan aturannya. Seharusnya tabung LPG subsidi ini disalurkan secara tertutup, yang dikendalikan oleh pemerintah melalui kartu kendali,” ujar Yogi.

Baca: Elpiji Bersubsidi Langka Lagi di Subulussalam

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved