Salam

Rupiah Kian Lemah, Rakyat Kecil Ikut Rasakan Dampak

Indonesia memang baru saja membukukan cerita sukses di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, dengan menempati peringkat empat

Rupiah Kian Lemah, Rakyat  Kecil Ikut Rasakan Dampak
THINKSTOCKS/Kompas.com
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

Indonesia memang baru saja membukukan cerita sukses di Asian Games 2018, Jakarta-Palembang, dengan menempati peringkat empat, dari sebelumnya berada di posisi 17. Di tengah hiruk pikuk kegembiraan atas kesuksesan itu, Indonesia mendadak diterpa “badai ekonomi” akibat terpuruknya nilai rupiah terhadap dollar AS. Sampai pagi kemarin, posisi rupiah terus tertekan sampai ke angka lebih 15.000 per 1 Dollar Amerika Serikat.

Paket-paket kebijakan ekonomi yang sebelumnya diluncurkan pemerintahan Jokowi-JK ternyata tak cukup kuat menahan pelemahan rupiah. Akibatnya, bisnis-bisnis yang bertransaksi dengan mata uang AS itu, kini sangat kucar-kacir. Ada yang beruntung memang, namun sebagian besar masyarakat kecil Indonesia justru bisa semakin kesulitan.

Kalangan ekonom dan sosiolog menyampaikan sejumlah dampak pelemahan trumiah terhadap dollar AS. Terutama dampak negatif yang langsung dapat dirasakan masyarakat. Antara lain, sudah pasti pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat oleh perusahaan atau industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor. Dengan demikian, otomatis pengangguran meningkat. Padahal, sebelum terdampak oleh keterpurukan rupiah, jumlah pencari kerja di tanah air ini setiap tahun lebih 3 juta orang.

Lalu, inflasi bahan pangan, khususnya sembako, akan sangat meningkat karena kebijakan pemerintah yang “import minded”. Dalam delapan tahun terakhir, inflasi sembako setiap tahun mencapai 60 persen. Bahasa kasarnya, kelemahan rupiah itu juga akan berdampak pada kemungkinan naiknya harga-harga barang kebutuhan masyarakat, termasuk sembako.

Efek domino lagi, kemiskinan juga melonjak, sebab pengahsilan masyarakat tidak meningkat. Ini sekaligus akan mengurangi daya beli dan pasar melesu. Selanjutnya, kesejahteraan masyarakat menurun, maka otomatis gizi masyarakat pun memburuk.

Jika kondisi ini terus memburuk, dampak berikutnya adalah angka putus sekolah meningkat terutama mereka yang sekolah di swasta dan sedang kuliah di perguruan tinggi. Setelah itu, menurut sosiolog, depresi meningkat di tengah masyarakat. Depresi menurut sosiolog itu dideskripsikan sebagai kepedihan, kesenduan, kemuraman perasaan.

Bukan bermaksud menakut-nakuti atau ingin membangun sikap pesimisme, tapi rangkuman ulasan dari ahli itu hanya untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat awam tentang dampak melemahnya rupiah yang menghebohkan ini. Sebab, masyarakat banyak bertanya, kenapa rupanya kalau rupiah melemah terhadap dollar AS, kita kan nggak belanja pakai dollar? Jadi, ulasan di atas untuk menjawab pertanyaan banyak masyarakat awam.

Lalu, sebagai bangsa yang harus optimis, kita berharap pemerintah masih punya langkah-langkah efektif dan efisien untuk menahan laju keterpurukan rupaih!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved