Salam

Duh, Calon Jamaah Umrah Tertipu Lagi

Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menangkap seorang pria berinisial HZ bin H (35), berasal dari Kecamatan Samatiga

Duh, Calon Jamaah Umrah Tertipu Lagi
PIMPINAN Azizi Tour Aceh Barat, Hj Cut Mega Putri, keluar dari ruang sidang PN Meulaboh, Kamis (3/5). Terdakwa kasus penipuan 164 calon jamaah umrah ini divonis 3 tahun penjara. 

Kepolisian Resor (Polres) Bireuen menangkap seorang pria berinisial HZ bin H (35), berasal dari Kecamatan Samatiga, Aceh Barat yang diduga telah menipu sejumlah calon jamaah umrah. Pria tersebut yang ditangkap di Kota Langsa tiga hari lalu itu kemudian dijebloskan dalam sel Mapolres setempat.

Polisi mengatakan telah menetapkan HZ sebagai tersangka penipu belasan calon jamaah umrah yang berasala dari sejumlah daerah. Pria ini termasuk salah seorang pengelola Travel Harum Manis yang berkantor di Jalan Manekro, Gampong Ujong Baroh, Meulaboh, Aceh Barat.

“Travel tersebut ternyata bukan travel resmi. Sebagai pengelola, HZ mengaku telah menipu sejumlah calon jamaah umrah dengan travel yang tidak terdaftar di Kementerian Agama RI,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Eko Rendi Oktama.

Dari pengakuan dan laporan sementara, ada 19 calon jamaah umrah yang mengaku ditipu HZ, yaitu dua orang dari Bireuen, empat dari Aceh Barat, sebelas dari Kota Langsa, dan dua lagi dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari laporan sementara, total kerugiaan calon jamaah umrah mencapai Rp 350 juta. “Khusus korban yang merupakan warga Bireuen, kerugiannya 41 juta rupiah lebih,” sebut Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama.

Perbuatan tersangka diduga melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur pada Pasal 378 KUHPidana. Kapolres Bireuen mengharapkan masyarakat yang merasa tertipu oleh ulah pria pengelola Travel Harum Manis dipersilakan melapor ke Mapolres Bireuen.

Selain prihatin kita juga geram atas terjadinya peristiwa ini. Kita sangat menyesalkan mengapa orang-orang berminat beribadah itu harus tertipu lagi? Padahal, ketika kasus penipuan ribuan calon jamaah umrah oleh First Travel yang menggunacang Indonesia seharusnya menjadi pelajaran bagi calon jamaah umrah dan calon jamaah haji plus. Pasca kasus First Travel, sejumlah jamaah Aceh tertipu oleh travel PT Azizi Tour. Pertanyaan kita, mengapa masyarakat kita tidak hati-hati memilih perusahaan perjalanan umrah dan haji?

Kasus penipuan calon jamaah umrah oleh First Travel dua tahun lalu harusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Indonesia untuk selanjutnya tidak tertipu lagi. Bahkan, secara serius polisi sudah mengingatkan masyarakat untuk jangan sembarangan percaya kepada agen-agen travel yang menawarkan tarif murah dan berangkat cepat.

Bersamaan dengan itu Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI, juga sudah mengeluarkan daftar travel yang resmi atau berizin untuk melaksanakan perjalanan umrah dan haji plus. Cuma saja, sosialisasi daftar travel resmi itu tidak meluas. Dan, harusnya daftar travel resmi itu dirilis ke publik setia enam bulan sekali agar masyarakat tidak tertipu oleh travel-travel bodong. Di sisi lain kita juga meminta jajaran Kementerian Agama untuk lebih ketat mengawasi dan menindak travel-travel bodong.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved