CPNS 2018

CPNS 2018 - 5 Fakta Singkat Polemik Passing Grade SKD, Ini Penjelasan BKN Soal Sistem Peringkat

Tak sesuai harapan. Ribuan peserta tes CPNS tahun 2018 berguguran karena nilainya di bawah passing grade atau batas nilai minimal

CPNS 2018 - 5 Fakta Singkat Polemik Passing Grade SKD, Ini Penjelasan BKN Soal Sistem Peringkat
Serambinews.com
Peserta mengikuti Ujian SKD CPNS di Aula Gedung IAIN Cot Kala Langsa, Kamis (1/11/2018). Seleksi SKD CPNS Aceh Timur ini dibagi dalam 4-5 sesi/hari, di mana dalam setiap sesi diikuti 90 peserta. 

SERAMBINEWS.COM - Berikut 5 fakta singkat polemik passing grade SKD CPNS 2018 dan penjelasan BKN soal sistem peringkat.

Tak sesuai harapan. Ribuan peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 berguguran karena nilainya di bawah passing grade atau batas nilai minimal.

Situasi tersebut menimbulkan dilema Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pasalnya, banyak formasi yang terancam tidak terisi akibat banyak peserta tes tidak sesuai kualifikasi.

BKN mengakui masih mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut karena sebagian besar formasi yang terancam kosong adalah untuk posisi guru dan tenaga kesehatan.

Baca: KPK Tangkap Bupati Pakpak Bharat, Diduga Sudah Berkali-kali Terima Uang Suap

Baca: Diduga Mengamuk Karena Mantan Akan Menikah, Seorang Pria di Barito Timur Bunuh Ibu dan Tantenya

Di sisi lain, BKN enggan untuk menurukan grade yang telah ditentukan. Bagaimana solusinya? Ini fakta lengkap penelusuran Kompas.com.

1. Sistem ranking akan diterapkan BKN

Angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sangat rendah karena banyak peserta tes CPNS 2018 yang tidak memenuhi passing grade atau batas nilai minimal.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, alternatif solusinya adalah dengan sistem peringkat.

Hal itu bertujuan untuk mengantisipasi banyak formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tidak lolos passing grade. Terutama posisi guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana."

Baca: Kebakaran Lahan di Subulussalam Nyaris Hanguskan Rumah Penduduk

Baca: Protes Kenaikan BBM, Massa Rompi Kuning Demo Presiden Perancis, 1 Orang Tewas

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved