Senator Fachrul Razi: Saatnya Mengubah Pendidikan di Aceh dengan Sistem Pendidikan Islam

Senator H. Fachrul Razi, MIP yang juga pimpinan DPD RI hadir sebagai pemateri dalam Seminar Internasional di Aula Kampus

Senator Fachrul Razi: Saatnya Mengubah Pendidikan di Aceh dengan Sistem Pendidikan Islam
IST

* Seminar Internasional STAI Tgk Chik Pante Kulu

BANDA ACEH - Senator H. Fachrul Razi, MIP yang juga pimpinan DPD RI hadir sebagai pemateri dalam Seminar Internasional di Aula Kampus STAI Tgk Chik Pante Kulu, Darussalam, Selasa (5/2).

Seminar Internasional ini dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Tgk. Chik Pante Kulu. Kegiatan ini menghadirkan 2 orang pemateri, yaitu Rektor KUIS (Kolej University Islam Selangor) Prof Abdul Halim dan Senator DPD RI H. Fachrul razi MIP Senator Muda Aceh yang juga Calon DPD RI Nomor Urut 26 ini memaparkan sejarah peradaban Islam dan perkembangan pendidikan Islam dari masa Rasulullah hingga masa Utsmani Turki hingga sekarang.

“Peradaban Islam berkuasa selama 1200 tahun dan akhirnya jatuh setelah kebangkitan peradaban barat,, Islam berjaya karena menggunakan sistem pendidikan Islam,” Jelas Fachrul Razi yang juga Master Ilmu Politik dari Universitas Indonesia ini. Fachrul Razi memaparkan bagaimana pendidikan di dunia sekarang telah terjebak dengan pola kurikulum modern dan meninggalkan sistem pendidikan Islam yang pernah berkuasa selama 1200 tahun. “Pasca kebangkitan barat, terjadi perubahan rekayasa global yang menggantikan sistem Islam dengan sistem sekuler, pendidikan Islam direduksi menjadi pendidikan yang tidak menanamkan identitas keislaman sesuaidengan masa Rasulullah,” jelas Fachrul Razi.

“Peradaban Islam berkuasa karena Alquran dan Hadits dijadikan pondasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembangunan, namun saat ini Islam melemah akibat hegemoni dan rekayasa global oleh barat, perubahan di negara muslim dilakukan dengan merubah sistem pendidikan Islam,” jelas Fachrul Razi.

Dalam paparannya Senator Fachul razi, MIP menuturkan bahwa Islam mempunyai kurikulum yang bagus dan luar biasa yaitu al-Qur’an dan Hadits. “Hanya saja peradaban Islam terkikis oleh revolusi industri rekayasa global dengan menerapkan sistem kapitalisme secara ekonomi, demokrasi liberal secara politik dan individualisme secara sosial serta sekulerisme secara agama. Ummat Islam saat ini terjebak dalam peradaban barat,” kata Senator Fachrul razi. Ia juga menyarankan bahwa sudah saatnya kita kembali pada kurikulum awal dalam rangka membangun peradaban Islam di dunia. Selain itu ke depan semoga para pendidik, bukan hanya sekedar mendidik dalam mentransfer ilmu akan tetapi juga sebagai pembentuk karakter sebagai manifestasi dari ilmu pengetahuan.

“Kembali kepada sistem pendidikan Islam yang sempurna, jika Aceh ingin kembali kepada kejayaan dimasa depan, Aceh harus menerapkan sistem pendidikan Islam dengan menerapkan sistem hafidz Al Quan kepada anak anakAceh,” jelas Fachrul Razi.

Ketua STAI Tgk. Jamaluddin, MA dalam sambutannya mengatakan, bahwa tanda wujudnya peradaban adalah berkembangnya ilmu pengetahuan. Selain itu maju mundurnya suatu peradaban juga tergantung pada ilmu pengetahuan. “Namun ilmu pengetahuantidak mungkin hidup tanpa komunitas yang aktif dalam mengembangkannya.

Di sinilah dibutuhkan peran para pendidik dalam mendidik anak didiknya,” Kata Tgk Jamaluddin. Sementara itu pemateri Prof. Dato Abdul Halim Tamuri dalam makalahnya yang berjudul “Revitalisasi Kecemerlangan Guru dalam Pendidikan Islam” menyampaikan bahwa peralihan peran pendidik dari orang tua ke guru menyebabkan peran pendidikan sangat penting. “Oleh karena itu untuk membangun peradaban Islam saat ini adalah dengan membangun para gurunya,” Kata Prof Abdul Halim.

Dalam hal ini Prof. Abdul Halim juga menegaskan bahwa fungsi guru bukan hanya sebagai mudarris dan mu’allim akan tetapi juga sebagai mursyid, murabbi bahkan muaddib. Ketua panitia Sarina Aini mengatakan tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk membangun Islamic world view para peserta seminar yang terdiri dari dosen dan guru sebagai pendidik.

Seminar yang diikuti oleh 200 peserta guru dari berbagai sekolah dan dosen dari beberapa universitas itu bertemakan “Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Peradaban Dunia.”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved