JaDI Sarankan Peserta Pemilu di Nagan Raya Kawal Data C1

Setelah penghitungan suara di TPS hendaknya memfoto C1 plano di TPS sebagai bukti untuk mencocokkan C1 hasil rekapitulasi suara dengan C1 Plano.

JaDI Sarankan Peserta Pemilu di Nagan Raya Kawal Data C1
For Serambinews.com
Said Mudhar 

Laporan Sa’dul Bahri | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Salah satu lembaga pemantau pemilu, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI), Kabupaten Nagan Raya meminta semua Parpol, caleg, para saksi, Panwaslih, pemantau Pemilu, dan masyarakat untuk mengawasi suara usai pencoblosan pada 17 April 2019.

Setelah penghitungan suara di TPS hendaknya memfoto C1 plano di TPS sebagai bukti untuk mencocokkan C1 hasil rekapitulasi suara dengan C1 Plano yang di tempel di TPS waktu penghitungan suara.

Pengawalan suara tersebut sangat penting dilakukan, mengingat proses rekapitulasi suara sangat banyak form yang harus diisi oleh KPPS yang diperkirakan bisa berlangsung hingga tengah malam.

“Kami khawatir, faktor kelelahan anggota KPPS bisa berakibat pada terjadinya human error hasil pemilu,” jelas Said Mudhar, Ketua JaDI Nagan Raya, kepada Serambinews.com, Minggu (14/4/2019).

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi human error akibat faktor kelelahan sebaiknya mengambil foto C1 di TPS. 

Sebab secara ketentuan diperbolehkan dalam PKPU agar masyarakat dapat mengakses langsung hasil pemilu seluas luasnya.

“Jika masalah di TPS dimunculkan ketika proses rekapitulasi suara di tingkat PPK dan KIP, maka tidak ada artinya lagi karena sudah pleno berjenjang. Kami mengimbau pada peserta pemilu, kalau persoalannya di tingkat TPS maka langsung koreksi di tingkat TPS pada saat itu juga, agar bisa dikoreksi sesuai dengan aturan serta tidak menimbulkan persoalan waktu pleno di PPK maupun di KIP,” sarannya.

Dijelaskannya, sengketa perkara hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi yang dibuka oleh majelis hakim MK adalah C1 plano di TPS, karena C1 plano merupakan data yang akurat, dilihat secara terbuka untuk umum, disaksikan oleh para saksi, panwas, sehingga peserta pemilu sangat penting untuk memiliki data C1 Plano.(*)

Baca: Panwaslih: Kampanye di Masa Tenang Terancam Penjara dan Denda Rp 12 Juta

Baca: Pelaku Teror Mesjid di Christchurch Brenton Tarrant Diduga Pernah Ancam Bunuh Warga Melbourne

Baca: APK Masih Bertebaran di Pidie Jaya

 

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved