APBA Hambat Layanan Medis
Keterlambatan penyelesaian APBA 2013 di tingkat eksekutif dan legislatif telah menimbulkan dampak negatif terhadap publik
Ketika akan diklaim, PT Askes berdalih bahwa klaim belum bisa dilayani, karena dana belum disalurkan oleh Pemerintah Aceh menyusul belum bisanya dana APBA 2013 dicairkan untuk membiayai Program JKA. Dokumen APBA tersebut kini masih diteliti ulang oleh Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan Badan Anggaran DPRA di Banda Aceh setelah dikoreksi/dievaluasi di Mendagri.
Sementara itu, Pemegang Nota Dinas Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Afrizal NCom kepada Serambi, Rabu (27/2), mengakui bahwa sudah dua bulan terakhir belum sepeser pun dana JKA yang cair, meski sudah diusulkan klaimnya ke pihak PT Askes. “Ekses dari belum cairnya dana tersebut, kini kita terpaksa mengutang dana sementara waktu kepada pihak ketiga,” ujarnya.
Ia mengaku dana yang sangat dibutuhkan adalah jika ada pasien JKA yang ingin dirujuk dari RSUD Cut Nyak Dhien, kadang terpaksa diminta tolong kepada keluarga pasien untuk menalangi biayanya. “Kita janjikan, ketika dana JKA cair, barulah uang itu diganti,’ kata Afrizal seraya menyatakan, dana talangan di RSUD itu tidak ada.
“Tadi kami seluruh kepala bidang membicarakan soal dana itu. Tapi kalau untuk klaim obat pasien kartu JKA sejauh ini lancar saja, sebab langsung ke apotek,” ungkapnya.
Menurut Afrizal, untuk pasien kartu Jamkesmas dan Askes tidak terkendala, tapi yang menjadi masalah saat ini adalah pasien yang berobat dengan JKA. Sebab, ketika diklaim ke PT Askes, mereka belum mau terima dengan dalih mereka belum menerima uang dari Pemerintah Aceh. (riz)