Kamis, 30 April 2026

Opini

MEA, Tantangan dan Harapan

PADA 31 Desember 2015 lalu, ASEAN Economic Community (AEC) atau sering disebut dengan istilah

Tayang:
Editor: bakri

Pemerintah derah
Sebagai bagian dari komunitas ASEAN, dampak MEA baik secara langsung maupun tidak, akan segera dirasakan seluruh masyarakat. Pun begitu bagi Aceh. Meski hanya memberikan sumbangan yang tidak signifikan bagi perekonomian nasional, namun kebijakan strategis Provinsi Aceh terhadap implementasi MEA harus segera dirancang dan dososialisasikan. Dengan mengintensifkan informasi serta edukasi diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat memahami apa yang harus dilakukan dan siap menghadapinya.

Hal tersebut antara lain dapat dilakukan dengan memfasilitasi Data Center bagi MEA. Selain untuk mengantisipasi gencarnya produk dan jasa negara ASEAN yang akan masuk ke Aceh yang dapat memberikan dampak negatif bagi pelaku usaha, hal tersebut juga dimaksudkan agar pemerintah bersama-sama dengan UMKM yang ada di Aceh dapat segera memanfaatkan momentum akses pasar yang luas di kawasan ASEAN.

Sejumlah langkah yang dapat ditempuh oleh Pemerintah Aceh antara lain: Pertama, memanfaatkan otonomi untuk mengembangkan kebijakan yang inovatif dan kreatif; Kedua, meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM di daerah; Ketiga, memberikan akses informasi atau network bagi pelaku usaha terhadap potensi pasar di negara-negara ASEAN; Keempat, memperkuat produk lokal melalui inovasi dan konsistensi kualitas produk, dan; Kelima, membudayakan cinta produk Aceh.

Sinergitas antara pemerintah dan pelaku usaha sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan tiga poin terakhir di atas. Memberikan insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi produk-produk olahan yang murni berbahan baku dari Aceh adalah hal yang dapat dilakukan. Selain itu, memberikan promosi intensif bagi produk-produk Aceh melalui kegiatan promosi baik di tingkat regional, maupun internasional.

Harmonisasi aturan hukum yang membuka ruang bagi tumbuhnya perekonomian daerah menjadi hal yang mutlak, guna mendukung sejumlah poin tersebut. Dan yang tidak kalah penting adalah peranan masyarakat dalam menggunakan produk produk lokal. Gerakan cinta produk Indonesia yang di inisiasi oleh pemerintah setidaknya dapat diadopsi menjadi Gerakan Cinta Produk Aceh atau slogan sejenis.

Dengan upaya yang bersifat jangka panjang, terpadu, dan berkelanjutan yang mencakup empat tahap, yaitu membangun kesadaran (awareness), membangun minat (interest), menumbuhkan rasa setia (desire), dan tindakan mengajak pihak lain (action) diharapkan produk unggulan lokal mendapatkan tempat di tengah masyarakat Aceh. Dengan sejumlah langkah tersebut diharapakan pemerintah Aceh bersama seluruh masyarakat dapat memanfaatkan secara positif momentum implementasi MEA. Semoga!

* Ziad Farhad, SP., MM., praktisi perbankan, tinggal di Banda Aceh. mail: farhadziad@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved