Sabtu, 18 April 2026

KUPI BEUNGOH

Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu

Kolonialisme telah membuat masyarakat Melayu-Indonesia meninggalkan huruf Jawi, yang diadopsi dari huruf Arab, dengan menggantinya dengan huruf latin

Editor: Amirullah
Jabal Ali Husin Sab 

9. Konsekuensi dari terbuktinya fakta sejarah tentang revolusi pandangan alam di Melayu-Nusantara tersebut, maka teori-teori seperti otoktoni; bahwa Islam dan agama-agama lain tidak mengubah apa-apa. Agama-agama tersebut hanya tampak pada lapisan luar, sementara yang ada di dalamnya adalah ajaran, kepercayaan dan nilai-nilai lokal, telahpun terbantahkan. Islam pada masa itu telah membawa masyarakat Melayu-Nusantara untuk turut terlibat dalam pembicaraan ilmiah bertaraf global.

10. Dampak kolonialisme membuat sebagian dari penduduk Indonesia dan Malaysia menganggap sejarah sebagai suatu yang kelam dan oleh karenanya Barat datang dengan membawa semangat rasionalisme sehingga masyarakat di wilayah ini tercerahkan.

Anggapan ini berada pada benak seseorang yang ahistoris dan tidak lagi mengenal apa yang terkandung dalam peradabannya. Kolonialisme telah membuat masyarakat Melayu-Indonesia meninggalkan huruf Jawi, yang diadopsi dari huruf Arab, dengan menggantinya dengan huruf latin. Hal ini juga terjadi di Turki karena pengaruh sekularisme yang di bawa oleh Attaturk.

11. Para ilmuwan Belanda dan Inggris yang mengkaji sejarah, kebudayaan dan kesusasteraan Melayu-Nusantara, bagi Al-Attas, pada masa itu belum mencapai taraf ilmiah yang tinggi sebagaimana para orientalis Barat lainnya yang mengkaji kesusasteraan Farsi (seperti Oppert, West, Gieger dan Kuhn). Dalam memahami Farsi, mereka sadar akan pentingnya penguasaan bahasa dan kesusasteraan Arab.

11. Untuk itu penting bagi kita orang Melayu-Nusantara terkhusus Aceh, dimana Aceh sebagai pusat peradaban Melayu-Indonesia untuk mengenal sejarah dan mengenal falsafah, metodologi dan pendekatan sejarah dengan benar sehingga mengetahui akar persoalan pendapat orientalis yang bias dalam kajian Melayu-Nusantara.

Semangat rasional dan saintifik yang diartikan dalam pandangan Islam ini harus terus dikembangkan dengan cara-cara yang benar sehingga tidak membawa pada kesimpulan yang keliru.

Masih ada hal-hal penting lainnya dalam karya Al-Attas yang belun dapat diuraikan kali ini. Karya yang sudah berusia empat dasawarsa ini masih sangat relevan untuk dibaca, bahkan dapat menjadi panduan dalam kajian sejarah Aceh, Melayu dan Nusantara. [JABAL ALI HUSIN SAB, adalah pegiat di Aceh Forum for the Study of Islamic Civilization (AFSIC), staff di Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved