Telat Mendapat Jodoh, Mungkin Dosa Ini Yang Anda Lakukan
Orang yang gemar bersedekah, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dari Allah, termasuk dimudahkan dalam mendapatkan jodoh.
Bertaubatlah, dan perbaiki kualitas iman dan amal agar Allah Ta’ala menjadi sayang dan cinta. Jika Allah sudah mencintai hamba-Nya, apa pun yang diminta akan diberikan, termasuk meminta jodoh yang terbaik.
Keempat, dosa kepada orang tua. Orang tua merupakan perwakilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia. Keridhaan mereka akan menjadi ridha Allah, sehingga jika seseorang melakukan dosa terhadap orang tua, maka Allah akan menutup sumber rezekinya termasuk urusan jodoh.
Perlu diketahui, berkata “ah” saja kepada orang tua sudah membuat Allah marah, apalagi jika melakukan dosa lebih dari itu. Hal ini termasuk dosa besar yang menjauhkan rahmat Allah termasuk jodoh.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. 17:23).
Kelima, memutus silaturahim. Bisa jadi, seseorang sulit mendapatkan jodoh karena memutus silaturahim dengan kerabatnya. Pasalnya salah satu penjauh rahmat adalah putusnya tali silaturahmi antar sesama kerabat.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri kamu dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Qs.49:10)
Keenam, bergunjing dan mengadu domba. Suka ghibah (meng-gosip) merupakan salah satu sebab datangnya jodoh. Apalagi jika sudah mengarah kepada adu domba yang berujung fitnah. Ghibah jangan dipandang sebagai perkara ringan dan biasa saja. Sebab dari ghibah inilah permusuhan antara satu dengan yang lain akan terjadi. Dari ghibah pula rezeki berupa jodoh ditahan oleh Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain, adakah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (Qs 49:12)
Ketujuh, makan rezeki yang haram. Mencari dan makan rezeki yang haram, juga menjadi sebab dijauhkanya jodoh seorang hamba. Bisa jadi, jika saat ini Anda masih sulit untuk mendapatkan jodoh, maka perhatikanlah bagaiana cara Anda mencari rezeki, periksalah apa yang dimakan. Apakah sudah dicari dengan jalan halal, atau masih haram. Jadi, jika ingin segera mendapatkan jodoh, maka perbaikilah cara mencari rezeki. Carilah rezeki dari jalan yang halal, sedikit tidak menjadi soal yang penting adalah berkah dan tetap bisa berbagi dengan sesama (sedekah).
Kedelapan, kikir. Orang yang kikir alias pelit tidak akan pernah merasakan nikmatnya berbagi. Sebaliknya, orang yang gemar berbagi, maka selain ia akan merasakan nikmatnya berbagi, Allah Ta’ala pun akan membalas dengan segera kebaikan yang telah ia lakukan. Orang yang gemar bersedekah, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dari Allah, termasuk dimudahkan dalam mendapatkan jodoh.
Untuk bisa mendapatkan semua kemudahan dalam mencari jodoh, kedelapan hal di atas hendaknya benar-benar diperhatikan. Karena mendapatkan jodoh sama halnya mendapatkan rezeki dari Allah Ta’ala, maka memperbaiki diri dan berusaha selalu menaati setiap perintah serta meninggalkan larangan-Nya adalah cara terbaik agar dimudahkan dalam mendapatkan jodoh. Karena jodoh ada di tangan Allah, jadi ‘rayu’lah Allah dengan membersihkan diri dari dosa dan maksiat.
Jadi, bagi yang sudah merindukan teman hidup, maka mulailah sekarang juga untuk memperbaiki diri. Tinggalkan cara-cara jahiliyah kuno dalam mencari jodoh dengan pacaran, sebab pacaran itu mendekati zina. Takutlah kepada Allah dengan bahaya pacaran, sebab pernikahan yang diawali dengan pacaran hanya akan melahirkan kegersangan berumah tangga.
Ingat, jodoh itu sebanding lurus dengan kesalehan seorang ikhwan dan kesalehan seorang akhwat di hadapan Allah Ta’ala. Semakin ia menjadi lebih baik dalam menaati Allah dan Rasul-Nya, maka semakin mudah pula ia mendapatkan setiap rezeki dari Allah, termasuk menemukan jodoh impiannya. Wallahua’lam. (Bahron Ansori, pemerhati sosial agama, tinggal di Majalengka Jawa Barat. Email : bahrsky@gmail.com)