Opini
Jejak Proto-Austronesia dalam Bahasa Aceh
TIDAK dapat dipungkiri bahwa keberadaan suatu bahasa dalam masyarakat merupakan anugerah yang tidak
Dari kata tersebut hanya satu fonem yang mengalami perubahan, yaitu fonem tinggi belakang PAN *u menjadi fonem rendah depan /ee/ dalam bahasa Aceh. PAN *kulit rekonstruksi (PAND) yang bermakana ‘kulit’ memiliki kesamaan ciri dalam bahasa Aceh menjadi kulet. Perubahan ciri linguistiknya hanya terjadi pada silabel ultima tertutup, yaitu vokal tinggi depan PAN *i berubah menjadi vokal tengah depan /e/ dalam bahasa Aceh. PAN *dilah rekonstruksi (PAND) yang bermakna ‘lidah’ terwaris dalam bahasa Aceh menjadi lidah.
Dari kata tersebut mewariskan semua fonemnya dalam bahasa Aceh dengan proses metatesisnya. PAN *mata yang bernakna ‘mata’ rekonstruksi (PANDTV) mewariskan pewarisan linearnya dalam bahasa Aceh. Ini bermakna bahwa seluruh fonemnya memiki kesamaan ciri dalam bahasa Aceh. PAN *babah yang bermakna ‘mulut’ mengalami pewarisan linear dalam bahasa Aceh menjadi babah. PAN *peyut yang bermakna ‘perut’ rekonstruksi (PANDLRD) mewariskan kata prut dalam bahasa Aceh.
Persamaan ciri linguistik PAN dengan bahasa Aceh dalam kosa kata kekerabatan terdapat pada PAN *matu’a rekonstruksi (PPNBITER) yang bermakna ‘orang tua’ mengalami penerusan dalam bahasa Aceh sebagai kata matuha. Dari penerusan itu terdapat kemiripan bunyi dan makna PAN dan bahasa Aceh. Namun terdapat sedikit perubahan fonem glottal stop *? pada posisi tengah berubah menjadi glottal frikatif /h/ dalam bahasa Aceh.
Selanjutnya dalam hubungan kekerabatan ini, penerusan kosa kata PAN dalam bahasa Aceh terdapat pada kata *lakih rekonstruksi (PANDLO) yang bermakna ‘suami’ mewariskan kata lako dalam bahasa Aceh. Pewarisan ini terjadi dengan pergantian bunyi vokal tinggi depan *i menjadi tengah belakang /o/ dalam bahasa Aceh. PAN *anak rekonstruksi (PAN) yang bermakna ‘anak’ mewariskan kata aneuk dalam bahasa Aceh. Terlihat banyak kesamaan ciri linguistik yang muncul pada kosa kata ini. Perbedaannya hanya terdapat pada perubahan vokal rendah tengah *a menjadi vokal tinggi tengah /eu/ dalam bahasa Aceh.
Berdasarkan beberapa fakta yan telah diuraikan, terbukti bahwa bahasa Aceh merupakan warisan dari proto-Austronesia. Ini tampak dari beberapa bukti linguistik yang masih tersisa dalam tuturan bahasa Aceh, yang masih dipakai hingga sekarang. Kosa kata yang masih mewariskan kesamaan ciri, baik dari segi bentuk dan makna terdapat pada kosa kata yang berkaitan dengan bagian tubuh, kata ganti, kata-kata yang berhubungan dengan kekerabatan, kata-kata yang berhubungan dengan masyarakat, rumah, dan tanaman.
* Nurmaida, alumnus Program Doktor Linguistik bidang Linguistik Historis Komparatif Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, saat ini sebagai Guru SMAN 1 Nisam Aceh Utara. Email: almaidaahlam@yahoo.com