Ramadhan 1439 H

Meskipun Nikmat, Jangan Tidur Setelah Sahur, Penyakit Mematikan Ini Bakal Mengintai

Tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya banyak.

Pasien GERD disarankan untuk tidak mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat dan lebih baik meningkatkan konsumsi buah dan sayuran.

Mereka juga disarankan untuk tidak mengonsumsi daging dan jeroan pada saat yang bersamaan, dan tidak makan makanan yang terlalu pedas atau asam.

Pasien juga harus menghindari tidur dua jam setelah makan karena bisa menyebabkan refluks asam lambung.

Baca: Kalau Sudah tak Terpilih, Terima Saja

Baca: THR Segera Cair, Ini Ketentuan Siapa yang Berhak Menerima dan Besarannya

Berdasarkan penelitian, ditemukan orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

Bila Anda tak kuat bila tidak tidur setelah sahur, Anda dapat tidur pada waktu dua jam setelah sahur.

Masih ingin tidur setelah sahur?

Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa! (Sriwijaya Post/Candra Okta Della)

Baca: Tahun Ini, THR PNS Makin Gede, Segini Besarannya

Baca: Gaji ke-13 dan THR Seluruh PNS Segera Cair

Penyakit Lain yang Diakibatkan Karena Tidur Setelah Sahur

Selama Bulan Ramadan, bagi seorang muslim yang akan menjalankan puasa, maka akan melakukan makan sahur.

Makan sahur bertujuan untuk membantu kekuatan fisik kita menajalankan ibadah puasa tanpa makan dan minum seharian.

Waktu sahur yang dilakukan pada sepertiga malam, membuat masyarakat harus melawan kantuknya.

Sehingga banyak di antara mereka yang langsung melanjutkan tidur setelah makan.

Padahal tidur setelah makan menimbulkan beberapa efek negatif bagi kesehatan.

Apa sajakah penyakit yang ditimbulkan setelah makan sahur? Tribun-video melansir dari hellosehat.com, berikut ini penjelasannya.

Baca: Dukung Serangan Teror Surabaya, Al Fatihin, Buletin ISIS Berbahasa Indonesia

Baca: Hatf Saiful Bocah Bogor yang Tewas Bertempur Bersama ISIS, Mampu Bongkar Senapan dalam 32 Detik

1. Penimbunan lemak

Hal ini disebabkan karena saat tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energi, sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.

2. Peningkatan asam lambung

Setiap makanan yang masuk ke tubuh, akan membuat asam lambung meningkat. Bila makanan tidak tergiling sempurna, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung.

Gejalanya nyeri di sekitar ulu hati atau perut kiri bagian atas. Bisa juga menimbulkan sensasi panas di dada. Oleh sebab itu, hati-hati bagi yang memiliki riwayat sakit maag. Ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur.

Baca: Jadi Buruan Utama Seharga Rp 13 Miliar, Wanita Cantik Ini Pernah Habisi 100 Nyawa Pejuang ISIS

Baca: Menguatnya Pragmatisme sampai Gagal Pembinaan

3. Diare ataupun Sembelit

Posisi berbaring saat tidur dapat menghambat proses pengosongan lambung yang normalnya berlangsung selama dua jam. Jika hal ini terus menerus terjadi Maka diare ataupun sembelit dapat terjadi tergantung bahan makanan apa yang masuk ke dalam perut.

4. Stroke

Stroke terbagi 2 yaitu stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Jenis stroke yang berhubungan dengan kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan. Sebab saat tidur, aliran darah ke otak harus tetap terjaga sesuai kebutuhan.

Apabila lambung juga sedang menjalankan kegiatan yaitu menggiling makanan, maka suplai aliran darah menjadi terbagi. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak dapat kekurangan oksigen dan menyebabkan stroke.(Tribun-Video.com /Riesa Sativa Ilma)

 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul “Bahayanya Tidur Setelah Sahur, Penyakit Mematikan Ini Bakal Mengintai,” dan Tribun-Video.com dengan judul “Meskipun Nikmat, Tidur Setelah Sahur Nyatanya Sangat Berbahaya, Berikut Penjelasannya”

 

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved