Kupi Beungoh
Aceh Butuh Pemimpin Setegas Waled Husaini
Saya memperhatikan, Tgk. H. Husaini A. Wahab yang akrab disapa Waled Husaini memiliki sejumlah kriteria pemimpin yang tegas.
Waled Husaini juga mengatakan, untuk apa jabatan kalau tidak menguntungkan bagi agama.
Apa yang kita banggakan dengan jabatan jika rakyat kita makan riba? Apa yang kita banggakan dengan jabatan ini jika rakyat kita tidak paham agama? Ssabu-sabu merajalela? di LP, lembaga pendidikan, dan sebagainya.
Tidak lupa, panjang lebar Waled Husaini merespons isu perintah mengecilkan suara azan.
Sembari membaca beberapa paragraf kitab kuning terkait keutamaan azan, Waled mengatakan:
“Bila perlu suara azan kita pasang mulai dari Masjid Raya terdengar suara hingga ke Seulimum. Azan itu adalah kalimah yang mulia,” kata Waled Husaini menjelaskan.
Menurut Waled Husaini, kalau hari ini kita muliakan kalimah tauhid, maka Allah pasti Allah akan muliakan kita.
Beliau juga mengatakan bahwa Azan adalah marwah ummat Islam sehingga pemerintah pusat beliau harapkan jangan hanya peduli pada satu orang lalu mengorbankan banyak orang.
Terkait dengan aturan “menghentikan kegiatan saat azan berkumandang” yang dibuat di Aceh Besar, Waled Husaini mengaku akan kumpulkan para camat untuk memikirkan bagaimana caranya mewujudkan program ini.
“Kalau ada Camat yang tidak siap jalankan program ini, maka kita ganti dengan camat yang siap menjalankan perintah ini,” tegas Waled.
Seusai pengajian ini, saya memperhatikan para jamaah enggan beranjak dari tempat duduknya.
Banyak yang meminta foto dan mencium tangan Waled Husaini.
Tentulah, penghormatan semacam ini lahir secara alami.
Mereka menaruh hormat karena tahu Waled Husaini tegas membela Syari’at Islam.
* PENULIS adalah Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/waled-husaini-dan-teuku-zulkhairi_20180913_103202.jpg)