Rumah Dr Radjiman Mampu Berdiri Kokoh Selama 140 Tahun Meski Dibangun Tanpa Semen
Ia juga adalah ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKI) yang berdiri pada 28 Mei 1945.
SERAMBINEWS.COM - Mungkin kita tak asing dengan nama Dr. Radjiman Wedyodiningrat, nama salah satu pendiri bangsa.
Ya, tahun 2013 lalu Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Radjiman Wediodiningrat ditetapkan sebalah pahlawan nasional atas jasanya untuk bangsa.
Radjiman adalah salah satu pendiri Boedi Uotomo dan menjabat sebagai ketua di tahun 1914-1915.
Ia juga adalah ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUKI) yang berdiri pada 28 Mei 1945.
Baca: Kombatan Bangun Posko Dukungan Petisi Tolak Tambang Emas di Beutong Ateuh
Pada sidang pertama BPUPKI, 29 Mei 1945, Radjiman mengajukan pertanyaan kepada peserta sidang, “Apa dasar negara Indonesia jika kelak merdeka?”
Pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Soekarno sebagai Pancasila.
Jawaban Soekarno tersebut kemudian ditulis oleh Radjiman dalam sebuah pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama tahun 1948, di Desa Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi.
Di tempat itu jugalah, di rumah yang saat ini masih berdiri kokoh, Radjiman menghembuskan nafas terakhirnya pada 20 September 1952.
Lahir di Mlati, Yogyakarta, 21 April 1879, Radjiman memilih Boelak Nglaran, daerah Walikukun, Kabupaten Ngawi, sebagai tempatnya menghabiskan masa tua.
Awalnya, ia tak tinggal di rumahnya itu, melainkan di Tretes, Jawa Timur. Tetapi karena iklim di Tretes kurang cocok untuk penyakit rematinya, Radjiman memilih pindah.
Sampailah Radjiman di Dukuh Dirgo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dimana itu merupakan daerah persawahan yang luas.
Hutan jati juga ada di sebelah timur dan baratnya, ditengah-tengahnya, rel kereta api Solo-Surabaya membentang di sana.
Pada 22 September 2018 lalu selang dua hari setelah hari kematiannya pada 20 September 1952, Intisari berkunjung ke rumah masa tua Radjiman.
Baca: Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Kembali Lantik 42 Pejabat Baru, Pandu Kembali Jadi Kepala ULP
Situs Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat
Rumah tua yang berdesain klasik Jawa-Belanda ini terlihat masih kokoh dan terawat, meski telah berdiri selama 140 tahunan lebih lamanya.