Arab Saudi akan Hukum Mati Pembunuh Khashoggi, Bukan untuk Keadilan Tapi Demi Lindungi MBS

Klaim tersebut bertentangan dengan temuan Saudi sebelumnya bahwa pembunuhan itu direncanakan.

Editor: Amirullah
(AFP/MOHAMMED AL-SHAIKH)
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. 

Namun, para pejabat Turki menuduh Saudi menyembunyikan keberadaan mayat Khashoggi dan mengirim tim forensik untuk menyamar sebagai penyidik.

Sheikh Shalan al-Shalan, wakil jaksa agung Saudi, mengklaim pada hari Kamis bahwa pembunuhan itu diperintahkan oleh seorang pria yang ditugaskan untuk menculik Khashoggi.

Dia mengatakan upaya penculikan dengan cepat berubah menjadi kekerasan 'jadi dia memutuskan untuk membunuhnya saat itu'.

Baca: Rp 3,6 M untuk Mobil Camat

Baca: Oknum PNS Curi Obat Gudang di Dinkes

Klaim baha kematian itu tidak direncanakan bertentangan dengan versi sebelumnya yang diakui para pejabat Saudi.

Turki mengatakan dalam rekaman audio membuktikan bahwa Khashoggi dicekik dan kemudian dimutilasi dalam beberapa menit setelah memasuki konsulat.

Turki belum sepenuhnya mengungkapkan transkrip dari rekaman audio yang dikatakan sebagai bukti pembunuhan Khashoggi.

Namun, mereka telah secara luas berbagi dengan badan-badan intelijen dan bahkan bermain dengan agen Saudi, menurut Presiden Erdogan, yang memimpin serangan diplomatk terhadap MBS.

Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi.

Artikel ini telah tayang di intisari-online.com dengan judul Bukan untuk Keadilan, Arab Saudi akan Hukum Mati Pembunuh Khashoggi Demi Lindungi Mohammed bin Salman

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved