Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Dituding Ingin Tenggelamkan PBB

Yusril lantas meragukan eksistensi beberapa kader PBB yang menyebutnya ingin menenggelamkan partai tersebut.

Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Dituding Ingin Tenggelamkan PBB
Yusril Ihza Mahendra 

"Sebagai partai yang belum lolos ke parlemen dan harus menghadapi partai besar dan partai baru, PBB perlu cara yang tidak konvesional di Pemilu 2019," tegas Yusril.

Partai yang lahir pada 17 Juli 1998 tersebut telah melalui empat kali pemilu dan hanya dua kali   lolos ke parlemen yaitu pada Pemilu 1999 dan 2004.

Sedang di Pemilu 2004, 2009, dan 2014, PBB gagal memenuhi ambang batas parlemen.

Menurut Yusril, kegagalan PBB di dua pemilu terakhir tersebut karena PBB kurang bersikap realitis. "Kita terlalu idealis. Cara‑cara lama yang kita pakai ternyata tak membuat kita lolos parlemen," kata Yusril.

Oleh karenanya, keputusannya untuk menjadi pengacara Jokowi dan KH Ma'ruf Amin juga tak lepas dari visi penyelamatan partai.

Hal tersebut merupakan sebuah langkah besar, mengingat pada pemilu 2014 silam PBB merupakan partai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Baca: Dua Kelompok Pemuda Bentrok di Aceh Selatan

"Kita sudah bolak‑balik ikut pemilu, namun selalu gagal. Kalau kita gagal terus, lantas apa tujuan berpartai kita ini? Oleh karena itu, kita perlu siasat dan strategi berbeda untuk membesarkan partai," katanya.

Meskipun demikian, langkahnya menjadi penasihat hukum pasangan Jokowi‑Ma'ruf Amin tak lantas PBB harus ikut mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

Menurutnya, hingga kini, partainya belum memutuskan arah dukungan.

"Dukungan di pilpres masih akan diputuskan pada rakornas 2019 mendatang. Kita perlu menyiapkan strategi maupun bekal sebelum akhirnya mendukung di pilpres," tegas Yusril.

Baca: Balon Meletus Lukai Tujuh Warga di Pidie, Ternyata Dilepas dari Sekolah Ini

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved