Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Yogyakarta Gelar Aksi Mengenang 20 Tahun Tragedi Simpang KKA

omnas HAM juga meminta Kejagung untuk mengusut tuntas tragedi yang mengakibatkan 46 orang terbunuh, termasuk seorang anak berusia 7 tahun

Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Yogyakarta Gelar Aksi Mengenang 20 Tahun Tragedi Simpang KKA
SERAMBINEWS.COM/Hand over
Puluhan mahasiswa dan pemuda Aceh yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) menggelar aksi mengenang 20 tahun tragedi Simpang KKA, di 0 KM Yogyakarta, Jumat (3/5/2019) sore. 

Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Yogyakarta Gelar Aksi Mengenang 20 Tahun Tragedi Simpang KKA

SERAMBINEWS.COM – Puluhan mahasiswa dan pemuda Aceh yang tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara (KMPAN) menggelar aksi mengenang 20 tahun tragedi Simpang KKA.

Aksi memorial ini berlangsung di Kilometer 0 Yogyakarta, Jumat (3/5/2019) sore.

Sekretaris Jenderal KMPAN, Fadhli Espece, dalam siaran pers kepada Serambinews.com, mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mengenang tragedi kemanusiaan yang terjadi di kawasan Simpang KKA, Aceh Utara, 3 Mei 1999, atau 20 tahun lalu.

“Sudah 20 tahun, Tragedi Simpang KKA berlalu begitu saja, itulah sejarah kelam berdarah dimana masyarakat sipil Aceh dibredel dengan timah panas negara tanpa ampun melalui tangan aparat TNI satuan Detasmen Rudal 001/Blang Rungkom. Komnas HAM telah memutuskan Tragedi Simpang KAA yang terjadi pada 3 Mei 1999 sebagai aksi pelanggaran HAM,” tulis Fadhli Espece.

Menurut dia, Komnas HAM juga meminta Kejagung untuk mengusut tuntas tragedi yang mengakibatkan 46 orang terbunuh, termasuk seorang anak berusia 7 tahun, 156 orang luka-luka, dan 10 orang hilang.

“Sampai saat ini, tragedi yang telah mengorbankan ratusan masyarakat sipil tak bersalah ini tak kunjung diselesaikan. Proses pengungkapan dan pengusutan para pelakunya masih saja simpang siur. Negara absen dalam memberikan keadilan kepada warga negara,” kata dia.

Baca: KontraS Ingatkan Presiden Selesaikan Kasus Simpang KKA

“Tragedi Simpang KKA adalah satu dari sekian banyak kasus pelanggaran HAM Indonesia, khususnya di Aceh, yang masih terbengkalai,” lanjut Fadhli Espece.

Ia menambahkan, selain Tragedi Simpang KKA, Aceh masih menyisakan banyak problem kasus pelanggaran HAM masa lalu yang sudah lama 'membusuk'.

“Sebut saja apa yang terjadi dalam kamp penyiksaan Rumoh Geudong, aksi biadab di Jambo Keupok, kisah pilu Tragedi Arakundo, sampai dengan pembantaian Teungku Bantaqiah dan santrinya di Beutong Ateuh. Itu belum lagi dengan kasus penculikan dan pembunuhan aktivis seperti yang menimpa Musliadi dan lain-lain,” kata dia.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved