Apa Karya: Meunyoe Mantong Na Sabee Na Bude, Abeh Sabee Abeh Bude

Apa Karya orang yang sangat mengerti seluk-beluk pasokan senjata ke Aceh saat masih konflik masih berkecamuk di Aceh.

Apa Karya: Meunyoe Mantong Na Sabee Na Bude, Abeh Sabee Abeh Bude
KOLASE SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Mantan menteri pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman atau Apa Karya memberikan tanggapannya terkait aksi kriminalitas bersenjata yang belakangan terjadi di Aceh. 

Jangan-jangan senjata itu bukan senjata sisa masa konflik, melainkan senjata yang selama ini dikuasai oleh kelompok-kelompok kriminal bersenjata di Aceh, terlebih para sindikat narkoba.

Sabe dipeugah sisa konflik, hana lee atanyan. Chi pareksa keudroe, ata pane, bek peugah sabe ata konflik, nyan konflik pane. (Selalu dibilang sisa konflik, nggak ada lagi itu, coba periksa sendiri, dari mana, jangan selalu bilang sisa konflik),” kata Apa Karya.

Saat ini, lanjut Apa Karya, bukan perkara sulit untuk mendapat senjata, bahkan dia yakin banyak senjata ilegal terus beredar di Aceh.

Paling mudah mendapatkan senjata dari para gembong atau mafia narkoba yang menjalankan bisnis haram mereka di Aceh.

Dari merekalah, menurut Apa Karya, senjata-senjata selama ini berasal.

Lon, meunyoe bude hana hireun. Bude nyan, di Beureunuen jeut tabloe, asai meuturi ngon awak mafia sabei, jeut tabloe. Meunyoe mantong na sabei, mantong na bude, abeh sabei, abeh bude. (Saya, tidak heran. Senjata, di Bereunuen bisa kita beli, asalkan kenal sama orang jual sabu. Jika masih ada sabu-sabu, tetap masih ada senjata, habis sabu-sabu, habis senjata),” ujar Apa Karya.

Baca: Komentari Kasus Korupsinya, Irwandi: Peu Ji Teupue Apa Karya, Tahunya Cuma Martti Ahtisaari dan JK

Baca: Apa Karya: Leumo Bloh Paya Guda Cot Iku, Gob Meuseunoh Kuasa Tanyoe Nyang Karu

Baca: Apa Karya Sebut Malik Mahmud tak Jalankan Fungsi

Apa Karya mengatakan bisa beli senjata di Beureunuen, Pidie, adalah makna kiasan.

Maksud Apa Karya, begitu mudahnya sekarang senjata bisa dibeli atau didapatkan.

Dulu saat akan pelucutan senjata pada tahun 2005, Apa Karya memang telah menyampaikan kepada pihak Aceh Monitoring Mission (AMM) bahwa nanti setelah konflik berakhir, senjata tetap akan ada di Aceh melalui kelompok-kelompok kriminal.

“Apa lagi senjata sangat mudah masuk melalui mafia narkoba seperti saat ini, dalam (paket) sabu-sabu tetap ada sepucuk senjata mungkin. Jadi, menurut saya, berantas dulu narkoba, berantas dulu sabu-sabu, setelah itu tidak akan ada lagi senjata,” pungkas Apa Karya.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved