Breaking News:

Citizen Reporter

Indahnya Beribadah di Rusia

AYA bersama beberapa teman dari Pemerintah Aceh dan anggota DPRA dari Komisi VI (membidangi kesehatan dan kesejahteraan

Editor: bakri
Indahnya Beribadah di Rusia
DR. dr. AZHARUDDIN, Sp.OT, K-Spine, Direktur Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, melaporkan dari Moskow, Rusia

Agama Islam merupakan agama yang penuh dengan toleransi. Toleransi dalam Islam bukan hanya terdapat dalam ajaran secara tekstual, tetapi juga telah menjadi karakter dan tabiat hampir seluruh pemeluknya dari zaman Nabi Besar Muhammad saw sampai sekarang. Toleransi dalam Islam sudah ada sejak dulu, yaitu sejak zaman Nabi Muhammad. Kebenaran toleransi antarumat beragama dalam Islam seharusnya tidak diragukan lagi dengan adanya bukti-bukti yang telah terlihat sepanjang zaman. Berdasarkan data tersebut tergambarlah bahwa sikap lapang dada umat Islam, baik yang ditunjukkan Rasulullah, para sahabat, maupun para pejuang Islam saat menyiarkan Islam yang berhadapan dengan agama lain, sangatlah tinggi. Meski mereka dihina atau disakiti tapi tetetap tenang saja dan selalu bersikap ramah terhadap orang yang menyakitinya itu.

Hal inilah yang membuat orang-orang nonmuslim tertarik dan kagum pada Islam yang akhirnya membuat mereka memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw ini, juga membuktikan bahwa agama Islam itu tidak disyiarkan dengan jalan kekerasan dan peperangan. Adanya toleransi antarumat beragama dalam Islam ini juga telah dijelaskan dalam Alquran dan hadis yang keduanya merupakan pedoman hidup bagi umat Islam yang berisikan petunjuk dari Allah Swt berupa larangan yang harus dihindari dan kewajiban yang harus dikerjakan umat Islam.

Toleransi mengandung pengertian kesediaan menerima kenyataan pendapat yang berbeda-beda tentang kebenaran yang dianut. Dapat menghargai keyakinan orang lain terhadap agama yang dipeluknya serta memberi kebebasan untuk menjalankan apa yang dianutnya. Toleransi antarumat beragama dapat diwujudkan dalam bentuk saling menghormati, memberi kebebasan kepada pemeluk agama lain dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, serta saling tolong-menolong dalam hidup bermasyarakat.

Esensi kenapa Rusia terbukti menjadi tempat yang nyaman bagi pemeluk Islam untuk hidup di sini tak lain karena toleransi yang diberikan mulai oleh seorang Presiden dan jajarannya sampai penerimaan di tingkat masyarakat itu sendiri. Pendeknya, indah dan sejuk sekali apa yang kami lihat di sini dalam aspek beragama dan beribadah.

Hari ketiga saya dan rombongan berangkat ke Kazan. Kami semua tidak sabaran ingin melihat langsung Masjid Qol Sharif dan shalat di situ. Seusai shalat kami keliling melihat suasana di dalam masjid, lantai per lantai, dan melihat betapa indah arsitektur di dalamnya, disertai keramahtamahan petugas di sana. Kami menemukan berbagai ragam dan asal para pengunjung yang tampak sengaja datang ingin shalat di masjid ini dan mengabadikan suasana keindahan di dalam dan seputaran masjid tersebut dengan kamera ponsel dan beberapa orang terlihat membawa kamera profesionalnya, lengkap dengan teleskopenya.

Dalam jarak sekitar 100 meter berjalan kaki, dari ketinggian pinggiran danau terlihat betapa indah dan megahnya stadion sepak bola tempat diadakan Piala Dunia pada tahun 2018.

Masjid Qol ärif
Masjid Qol ärif juga disebut Qol Sharif, Kol Sharif, Qol Sherif melalui bahasa Tatar: Êîëø ðèô ì ÷åòå dan Kul Sharif melalui bahasa Rusia: ìå÷åòü Êóë-Øàðèô) yang terletak di Kazan adalah masjid terbesar di Rusia dan Eropa. Sebenarnya, masjid ini dibangun di Kazan Kremlin pada abad ke-16. Dinamai setelah Qol ärif yang bekerja di sana meninggal. Qolsharif meninggal dengan sejumlah muridnya ketika mempertahankan Kazan dari pendudukan Rusia tahun 1552. Diketahui bahwa bangunan ini memiliki minaret, keduanya dalam bentuk cupola dan tenda. Bentuknya tradisional untuk Volga Bulgaria, meskipun elemen Renaisans awal dan arsitektur Ottoman juga digunakan. Tahun 1552, selama penyerangan ke Kazan masjid ini dihancurkan oleh Rusia.

Arsitektur Masjid Qolsharif didesain oleh para arsitek Rusia; I Sayfullin dan S Shakurov. Bagian interiornya dirancang oleh A Sattarov. Arsitektur yang terdapat pada masjid ini merupakan perpaduan antara unsur modern dan tradisional yang juga terdapat pada masjid-masjid lokal.

Sejak 1996 masjid dibangun kembali di Kazan Kremlin, bentuknya sedikit modern. Peresmiannya pada 24 Juli 2005 menandakan awal perayaan yang ditujukan pada kemenangan Kazan.

Saat ini masjid tersebut menjadi Museum Islam. Saat hari raya Islam ribuan orang berkumpul di sini untuk shalat. Kompleks Qolsharif dianggap menjadi titik lanskap arsitektur Kazan terpenting. Selain bangunan masjid utama, juga terdapat perpustakaan, rumah penerbitan, dan kantor imam. Saat ini jumlah penduduk muslim di Kazan mencapai 54%, jumlah yang paling dominan dibandingkan dengan pemeluk agama lain di sana. Ini tidak terlepas dari negara federal Rusia tersebut yang sangat toleran, baik antaragama, maupun antarsesama muslim. Semua ini bukti nyata bahwa Islam itu adalah agama yang rahmatan lil ’alamin. Tidak heran di Kazan presidennya pun seorang muslim, sesuatu yang secara lazim sepertinya mustahil, tapi di dunia ini tidak ada yang mustahil, bahkan tidak ada yang tidak mungkin. The impossible is possible. Wallahu ‘alam bishawaf.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved