Sabtu, 16 Mei 2026

Opini

Menyelamatkan Generasi Muda Islam

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh sebagaimana dilansir Harian Serambi Indonesia

Tayang:
Editor: bakri
IST
Teuku Zulkhairi, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh 

Bagi para orang tua, kelalaian dalam mendidik anak atau membiarkan mereka lalai dalam aktivitas yang tak berguna niscaya akan menjadi kerugian besar di kemudian hari. Jangan sampai ketika kita meninggal kelak anak-anak kita sibuk main game saat orang lain sedang mengkafani jenazah kita, na’uzubillahi min zalik.

Maka para orang tua perlu berjuang keras mendidik mereka sebagaimana nasehat Saidina Ali bin Abi Thalib: “Perlakukan anakmu sebagai raja di usia 0-7 tahun. Perlakukan mereka seperti tawanan di usia 8-14 tahun. Dan perlakukan mereka sebagai sahabat di usia mereka 15-21 tahun”. Khususnya umur 8-14 tahun adalah usia SD dan SMP. Ini adalah waktunya kita membuat mereka seperti “tawanan perang”, dengan kontrol yang ketat. Tujuannya agar mereka menjadi generasi Islam yang berguna di kemudian hari.

Begitu juga dengan institusi pendidikan, mulai dari para guru di SD, SMP, dan SMA sederat, agar tidak membiarkan anak-anak didiknya dididik oleh game-game di tangan mereka. Rebut kembali anak-anak kita dari kendali gurita game-game yang melalaikan dan kembalikan mereka sebagai anak didik kita, bukan anak-anak yang kehidupan mereka dikendalikan oleh game.

Tantangan pasti berat, tapi kerja sama antara orang tua, institusi pendidikan dan masyarakat pasti akan membuahkan hasil yang maksimal, menyelamatkan generasi muda kita dari permainan game yang melalaikan. Didik mereka untuk memahami bahwa sebagai generasi muda Islam mereka diharapkan untuk tampil sebagai agen-agen perubahan di masa depan.

Begitu banyak problematika yang mendera bangsa dan agama kita. Bahkan umat Islam saat ini sedang berada di titik paling lemah dalam sejarah dimana penjajahan menimpa umat Islam di seantaro negeri.

Jika mereka sebagai generasi muda Islam melalaikan diri dengan game-game itu, maka mereka tidak akan bisa berperan untuk menyelesaikan problematika tersebut, malah akan menjadi bagian dari masalah besar agama dan bangsa di kemudian hari.

Ceritakan pula kepada mereka bagaimana keadaan generasi muda Islam di masa kejayaan Islam. Apa kegiatan mereka pada saat itu dan bagaimana mereka dididik oleh para guru mereka, sehingga kemudian hari mereka menjadi para pahlawan Islam yang mampu menorehkan kejayaan dalam catatan emas sejarah umat Islam. Wallahu a’lam bishshawab.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved