Mahkamah Konstitusi Mulai Gelar Sidang PHPU dari Aceh

Mahkamah Konstitusi (MK), mulai melakukan sidang pendahuluan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif dari Provinsi Aceh.

Mahkamah Konstitusi Mulai Gelar Sidang PHPU dari Aceh
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Sidang putusan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam sidang itu, majelis memutuskan menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandiaga. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Mahkamah Konstitusi (MK), mulai melakukan sidang pendahuluan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif dari Provinsi Aceh.

Sidang berlangsung di Gedung MK, Jakarta, Selasa (9/7/2019)  pukul 14.00 WIB.

Selain Aceh, pada hari yang sama MK juga menggelar sidang perdana  untuk Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Maluku Utara, dan Provinsi Papua.

Komisioner KPU, Hasyim Asyari sebelumnya menjelaskan, sidang pendahuluan masing-masing provinsi dijadwalkan  9-12 Juli.

Total ada 260 perkara PHPU Pileg yang disidangkan MK, terdiri dari 250 perkara PHPU legislatif DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

10 perkara sisanya merupakan PHPU calon anggota DPD. 

Khusus dari Aceh, Mahkamah Konstitusi  menerima13 laporan sengketa PHPU pada Pemilu 2019, yaitu PHPU pemilihan calon anggota DPRA di dapil 4 yang diajukan Partai Aceh, PHPU DPRK Nagan Raya dapil 1oleh caleg Partai SIRA, PHPU DPRK Bireuen dapil 2 dan DPRK Pidie Jaya dapil 3 yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB).

Baca: Sidang Perdana 23 Sengketa Pileg dari Aceh Digelar 9 Juli Mendatang

Baca: Hadapi Gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi, KIP Pidie Buka 23 Kotak Suara

Baca: Pendapat Ahli Hukum Internasional London soal Sengketa Pilpres Mau Dibawa ke Mahkamah Internasional

Selanjutnya, PHPU DPRA dapil 2 dan DPRK Pidie dapil 3 yang dimohon oleh Partai Aceh, dan PHPU DPRK Aceh Singkil dapil 1 yang diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemudian, PHPU DPRA dapil 6 yang diajukan Partai Nanggroe Aceh (PNA), PHPU DPR RI dapil 1 dan 2, serta DPRA dapil 3, 4, dan DPRK Bireuen dapil 2 yang diajukan Partai NasDem.

Setelah itu, PHPU di DPRK Aceh Besar dapil 5 dan DPRK Sabang dapil 1 yang diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PHPU DPRK Banda Aceh dapil 3 dari Partai Golkar, PHPU DPRA yang diajukan Partai Berkarya (menunggu konfirmasi), serta PHPU DPRA dapil 6, 4, 10, DPRK Singkil dapil 3, dan DPRK Aceh Timur dapil 3, 4 yang diajukan Partai Demokrat.

Lalu, PHPU DPRA dapil 6, DPRK Aceh Timur dapil 2 yang diajukan Partai Daerah Aceh (PDA), dan terakhir PHPU DPR RI dapil 1 dan 2 yang diajukan Partai Berkarya.

Komisioner KIP Aceh, Agusni sebelumnya menyatakan, bahwa KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota  siap menghadapi semua gugatan tersebut. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved