Breaking News:

Polemik Pantai Mantak Tari

Puluhan Warga Geruduk Disparbudpora Pidie, Keluhkan Penutupan Pantai Mantak Tari

Puluhan warga mendatangi Diparbudpora Pidie, terkait ditutupnya objek wisata Mantak Tari

Serambinews.com
Warga Simpang Tiga mendatangi Disparbudpora Pidie, Kamis (1/8/2019), terkait ditutupnya objek wisata Mantak Tari. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan warga mendatangi Diparbudpora Pidie, Kamis (1/8/2019).

Kedatangan warga didominasi kaum ibu yang biasa berjualan di lokasi wisata Pantai Mantak Tari.

Kedatangan mereka pun terkait ditutupnya objek wisata Mantak Tari, yang membuat mereka kehilangan sumber pendapatan. 

Padahal menurut pengakuan mereka, dari hasil jualan di pinggir pantai berpasir hitam itu, bisa mendapatkan omzet per hari mencapai Rp 300 ribu hingga 1 juta. 

Pantauan Serambinews.com, Kamis (1/8/2019), kedatangan warga menggunakan sepeda motor disambut Kadisparbudpora Pidie, Apriadi SSos. 

Dalam diskusi tersebut, warga meminta objek wisata Mantak Tari dibuka kembali.

Sebab, di objek wisata tersebut warga bisa berjualan untuk mengais rezeki menghidupi keluarganya.

"Selama ini ada 37 pedagang yang berjualan di lokasi itu, yang kini kehilangan mata pencarian," kata Zuriati (46) warga Kecamatan Simpang Tiga, kepada Serambinews com, Kamis (1/8/2019).

Ia mengatakan, semua pedagang yang berjualan di objek wisata Mantak Tari merupakan warga kurang mampu.

Sedangkan Saifullah (51) dan Syafii (49), warga Kecamatan Simpang Tiga yang juga biasa berjualan di Pantai Mantak Tari, menjelaskan bahwa warga datang ke Disparbudpora Pidie untuk mencari solusi supaya objek wisata tidak ditutup.

Baca: TPA Blang Bintang Terus Berbenah, Bau tak Sedap tidak Tercium Lagi

Baca: Tim Teknis Medco Menutup Semburan Gas akibat Pengeboran Warga Pada Peninggalan PT Asamera

Baca: STNK Anda Hilang? Ini 6 Syarat Mudah Pembuatan STNK Baru Menurut Divisi Humas Polri

Baca: Senator Ghazali Abbas Adan Usulkan Alam Peudeung sebagai Bendera Aceh

"Mantak Tari merupakan lahan rezeki bagi kami untuk membiayai anak sekolah. Kami mendukung upaya penertiban, tapi bukan untuk ditutup," katanya.

"Karena itu pemerintah harus mencari solusi," kata Saifullah.(*)

Baca: Janda Rohana Berteduh di Rumah Bocor Beratap Rumbia

Baca: BPK Hitung Kerugian, Dugaan Korupsi Kasus Keramba

Baca: Sopir Truk Dipungli, Setiap Parkir Harus Bayar Rp 100 Ribu

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved