Opini
Mengungkap Realitas Cendekiawan Muslim Aceh
Belum lekang dalam ingatan kita peristiwa "sabotase" pengajian Masjid di wilayah Banda Aceh beberapa waktu lalu yang sempat viral
Cendekia Aceh mesti punya karakter "hana som-som punca", mengatakan yang benar itu adalah benar dan sebaliknya. Namun saat ini kita cenderung seperti kata indatu "lage boh trueng lam jeu'ei" (seperti buah terong dalam tampi) "meureoroen keuno, meuroeroen keudeh". Karenanya saya berharap kepada para cendekia kita terutama para ustaz/dai/penceramah dll agar tidak punya pikiran, kalau terlalu kritis dan banyak bersuara akan di"black list".
Akhirnya sebagai epilog tulisan ini, penulis mengajak para cendekiawan muslim Aceh agar tidak terjebak dalam sikap pesimisme dengan terus berusaha mengetahui dan mempelajari apa yang sedang dikejar oleh masyarakat modern saat ini, seperti dalam dunia komputer, kedokteran, senjata nuklir, astronomi, dan tekhnologi canggih lainnya. Walaupun realitas saat ini mereka (kelompok di luar Islam) larut dalam dunia yang setiap hari menambah hal-hal yang baru seolah-olah suatu lompatan dalam ilmu dan teknologi, sementara para cendekiawan muslim di Aceh masih bertikai sesama sendiri, hidup dalam alam mimpi dan senda gurau. Nah..Allahu `alam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-munawar-a-djalil-ma_20160816_144852.jpg)