Breaking News:

Jembatan Ambruk

Jembatan Ulee Raket Ambruk, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke 4 Jalur Alternatif

Di lokasi jembatan tersebut, kini telah dipasang road barrier, sehingga para pengguna jalan mengetahui bahwa lintasan itu tak bisa digunakan lagi.

Hand-over kiriman warga.
Polisi memasang road barrier di jalur jembatan Ulee Raket yang ambruk di kawasan Desa Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Jumat (1/11/2019), 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pihak kepolian jajaran Polres Aceh Barat telah mengalihkan jalur arus lalu lintas dari Kaway XVI ke Pante Ceureumen dan sebaliknya melalui empat jalur alternatif, paskaambruknya jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI.

Sementara di lokasi jembatan tersebut, kini telah dipasang road barrier, sehingga para pengguna jalan mengetahui bahwa lintasan itu tak bisa digunakan lagi.

Kapolsek Kaway XVI, Ipda Yudha Prasatya kepada Serambinews.com, Sabtu (2/11/2019) mengatakan, pihaknya juga siaga dilokasi guna memastikan tak ada warga yang memaksa melintas di jembatan tersebut meskipun hanya sekedar berjalan kaki, karena ditakutkan berakibat fatal.

“Sejak mendapat kabar jembatan roboh, kami langsung memasang police line agar tidak dilintasi warga disini,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk pasokan pangan sementara waktu ini ke 27 desa di seberang jembatan masih aman, karena masih ada akses satu lagi yang bisa dilalui meski jarak tempuhnya jauh.

Hanya saja, saat ini bagi masyarakat sulit membawa hasil pertanian lantaran jarak tempuh yang jauh.

Polisi kini mengalihkan jalur menuju Kecamatan Pante Ceremen dan juga memasang plang pemberitahuan di setiap simpang yang tembus ke sana.

Dijelaskannya, ada empat jalan alternatif yang bisa dilalui masyarakat untuk keluar masuk kawasan itu.  

Pertama, melalui Desa Meunasah Rayek, Kecamayan Kaway XVI dengan jarak tempuh sekitar 1 jam.

Berikutnya, melalui jembatan gantung Desa Pasi Jempa, dengan jarak tempuh 45 menit, melalui jembatan gantung Desa Keude Tanjung, sekitar 35 menit dan akses melalui jembatan gantung Desa Keuramat sekitar 15 menit.

“Akses terdekat menuju ke sana hanya melalui Desa Keuramat, namun hanya bisa dilewati sepeda motor saja. Kalau lewat Meunasah Rayek bisa dilalui mobil, hanya saja jaraknya lumayan jauh,” jelas Yudha.

Diberitakan sebelumnya, jembatan Desa Sawang Teube, penghubung Kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceremen, Aceh Barat ambruk pada Kamis (31/10/2019), akibat terjangan banjir, sehingga membuat abutmen jembatan runtuh ke sungai.

Sementara, di seberang jembatan, terdapat 27 desa dari dua Kecamatan dengan jumlah jiwa mencapai 12 ribu lebih.(*)

Jepang Melirik Aceh sebagai Tujuan Investasi, Dari Tuna Segar Hingga Beasiswa dan Training Kerja

Rusia Ragukan Klaim AS soal Tewasnya Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Jatuh di Tikungan 10 di Sirkuit Sepang, Pembalap Indonesia Afridza Munandar Meninggal

Jaksa Eksekusi Dua Terpidana Kasus Tambang Ilegal di Aceh Barat

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved