Breaking News:

Citizen Reporter

Tinggal di Pinggir Laut, Nelayan di Aceh Barat Daya Malah Beli Garam dari Medan untuk Asinkan Ikan

NELAYAN di pesisir pantai Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya) selama bertahun-tahun menggunakan garam asal Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM/Handover
Penulis, Hasan Basri M Nur, dan Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah, Novia Mehra Erfiza, meninjau usaha pengasinan ikan di Lhok Pawoh Abdya, Kamis (21/11/2019). 

HASAN BASRI M NUR, Mahasiswa PhD di UUM Malaysia, sedang melakukan penelitian di kawasan perbatasan Aceh, melaporkan dari Tapaktuan, Aceh Selatan.

NELAYAN di pesisir pantai Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya) selama bertahun-tahun menggunakan garam asal Sumatera Utara untuk mengasinkan ikan di daerahnya.

Hal ini mereka lakukan karena di Kabupaten Abdya tidak tersedia garam setempat.

Garam-garam lokal Aceh lainnya, seperti garam asal Pidie dan Bireueun, menurut mereka kurang asin.

Selain itu, bentuknya tidak kasar sehingga tidak cocok untuk proses pengasinan ikan.

“Garam lokal Aceh kurang asin, kurang cocok untuk proses pengasinan ikan,” kata Alimi (35), nelayan sekaligus pengusaha ikan asin di Lhok Pawoh Abdya, Kamis (21/11/2019).

Kolase foto Alimi dan Nismanidar, nelayan sekaligus produsen ikan asin di Manggeng, Aceh Barat Daya, memperlihatkan garam asal Sumatera Utara yang mereka gunakan untuk mengasinkan ikan, Kamis (21/11/2019).
Kolase foto Alimi dan Nismanidar, nelayan sekaligus produsen ikan asin di Manggeng, Aceh Barat Daya, memperlihatkan garam asal Sumatera Utara yang mereka gunakan untuk mengasinkan ikan, Kamis (21/11/2019). (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Alimi menambahkan, dia membeli garam asal Sumatera Utara di pasar Manggeng.

"Dalam satu hari saya butuh sekitar tiga karung garam. Harganya Rp 150 ribu per karung," sambung Alimi.

Pengakuan Alimi ini dibenarkan oleh Nismanidar, perempuan yang bekerja di usaha pengasinan ikan milik Alimi di Lhok Pawoh.

Pengusaha dan Peruncit Aceh di Malaysia Dukung Penuh Program Utamakan Produk Halal

Industri Garam Pijay Bisa Serap Ribuan Pekerja  

Aceh Besar Punya Garam Berkualitas  

Hal yang sama juga diakui oleh Keuchik Lhok Pawoh, Husni.

“Sudah lama kami membeli garam asal Medan untuk mengasinkan ikan. BUMG Lhok Pawoh juga pernah membelinya untuk kemudian dijual kembali kepada pembuat ikan asin,” kata Keucik Lhok Pawoh, Husni.

Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah, Novia Mehra Erfiza, S.TP, M.Agric, saat ditemui di Lhok Pawoh mengatakan, sebenarnya di kawasan Barsela yang sepanjang jalannya berbatasan dengan laut.

Ibu-ibu di Lhok Pawoh, Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, bekerja di jambo produksi ikan asin, Kamis (21/11/2019).
Ibu-ibu di Lhok Pawoh, Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya, bekerja di jambo produksi ikan asin, Kamis (21/11/2019). (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Khususnya di Abdya, kata dia, pantas dibangun pabrik garam untuk mendukung ikan tangkapan nelayan dan kebutuhan konsumsi garam lokal lainnya.

"Soal tingkat keasinan garam harus diuji di laboratorium. Kalau benar kurang asin dapat dipekatkan lagi dengan penambahan bibit garam. Kalau ada kemauan, pasti ada solusinya," ujar Novia yang juga anggota tim identifikasi program padat karya ekonomi produktif pada Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh.(*)

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved