Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Polda Aceh Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Poltek Kutaraja, Ini yang Dibahas

Kepolisian Republik Indonesia sebagai lembaga yang berfungsi menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat telah melakukan beragam...

Tayang:
Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Polda Aceh Menyampaikan Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Politeknik Kutaraja, Banda Aceh. 

Polda Aceh Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Poltek Kutaraja, Ini yang Dibahas

Laporan Jalimin | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepolisian Republik Indonesia sebagai lembaga yang berfungsi menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, telah melakukan beragam upaya untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman. Salah satunya adalah bahaya radikalisme.

Jajaran Polda Daerah Aceh terus berusaha menekan penyebaran faham radikalisme di wilayah hukumnya.

Selama perjalanannya, salah satu cara yang paling signifikan untuk langkah pencegahan adalah lewat pendekatan terhadap para mahasiswa dan generasi muda agar mereka tidak terpapar.

Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Aceh melakukan kegiatan Sosialisasi Bahaya Radikalisme bagi Mahasiswa, Kamis (28/11/2019) di aula kampus Politeknik Kutaraja yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan para dosen dalam rangka meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap ancaman radikalisme di Aceh.

Subulussalam Raih 2 Penghargaan Dekranasda Aceh, Berkat Inovasi Ini

Berat Badan Ibu Hamil Ini Capai 127 Kilogram, Saat Melahirkan Ada 16 Petugas Medis yang Turun Tangan

Sosok Kapten Teddy Indra Wijaya, Ajudan Jokowi Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Militer Amerika Serikat

AKBP Ruslan Syafei yang menjadi salah satu narasumber pada acara sosialisasi tersebut mengatakan, saat ini Indonesia dihadapkan pada beberapa ancaman bahaya yang dapat melemahkan rasa kebangsaan dan nasionalisme.

 "Saat ini kita dihadapkan pada beberapa ancaman bahaya, sekurang-kurangnya ada empat yaitu Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), Narkoba, Radikalisme, dan Komunisme." kata Ruslan Syafei.

Kelompok mahasiswa memang rentan didompleng oleh kelompok-kelompok radikal misalnya melalui aksi unjuk rasa mahasiswa.Terlebih, mereka pun mengenakan identitas diri dan kampus secara jelas selama demonstrasi.

Namun Kapolda Aceh meyakini bahwa mahasiswa Aceh adalah generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat serta memiliki adab dan etika yang baik. Sehingga pihak Kepolisian Daerah Aceh memberikan apresiasi kepada mahasiswa Aceh yang tidak mampu dipengaruhi oleh kelompok tidak bertanggung jawab tersebut.

Kisah Seorang Pria yang Lari dari Perang, Hidup di Hutan Selama 41 Tahun dan Makan Hewan Ini

Kendatipun demikian, Ruslan mengingatkan agar mahasiswa khususnya Mahasiswa Politeknik agar berhati-hati dan terus meningkatkan pengetahuan agama yang benar agar bisa terhindar dari paparan radikalisme.

Sementara itu pemateri lainnya yang juga dari Polda Aceh, Kasi Binkommas Subdit Polmas Dit Binmas, Kompol Shaiful Anam STP MM menjelaskan bagaimana Paparan Kamtibmas, Cinta Tanah Air dan Generasi Milenial yang Kreatif Anti Narkoba, Radikalisme serta Anti Penyebaran Berita Hoaks.

Shaiful Anam berharap agar mahasiswa Aceh dapat menjaga nama baik Aceh dan para syuhada yang telah berjuang bagi kemerdekaan NKRI dengan cara semakin meningkatkan rasa nasionalisme dan terhindar dari aksi radikalisme serta komunisme.

Oknum Pejabat DLH Aceh Tamiang yang Tertangkap Mesum Diserahkan ke Polisi

Ia menambahkan, sivitas akademika yang didalamnya termasuk mahasiswa senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat atau yang disebut tri dharma perguruan tinggi, maka mahasiswa harus menjadi kelompok yang bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa harus menjadi pembawa perubahan bagi kemajuan bangsa Indonesia kedepan.

Direktur Politeknik Kutaraja yang diwakili oleh Hamdani SE MSi menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kepolisian Daerah Aceh yang telah memilih kampus Poltek Kutaraja sebagai salah satu tempat diadakannya kegiatan tersebut.

Dengan sosialisasi ini para mahasiswa menjadi lebih paham tentang wawasan kebangsaan, bela negara, radikalisme, dan rasa nasionalisme.(*)

Sungai Kombih Meluap, 20 Warga Subulussalam Terjebak Banjir Enam Jam, Begini Proses Evakuasinya

APBK Aceh Besar 2020 Sebesar Rp 2,1 Triliun, Ini Rincian Pendapatan dan Belanja

Jamu PS Siak Besok, PSBL Langsa Wajib Amankan 3 Poin

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved