OPINI

Menilik Rekayasa Transportasi Simpang Tujoh Ulee Kareng  

Beberapa waktu yang lalu (tepatnya dua minggu yang lalu) sempat viral salah satu video yang memperlihatkan usaha Pemko Kota Banda Aceh

Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Menilik Rekayasa Transportasi Simpang Tujoh Ulee Kareng   
JULIANA FISAINI

Menurut informasi dari akun media sosial Bidang Pembinaan dan Pengawasan Operasional Kota Banda Aceh, @dalopsdishubkotabanda, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpon PP WH Kota Banda Aceh terkait penertiban pedagang pinggir jalan di sekitar Simpang Tujoh Ulee Kareng. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Selain menertibkan pedagang pinggir jalan, penertiban parkir adalah salah satu yang harus segera dilakukan.

Usaha ini kelihatannya adalah usaha yang paling `murah' yang dapat dilakukan menyelesaikan konflik lalu lintas di Simpang Tujuh Ulee Kareng. Di titik ini, diperlukan sinergi dari semua pihak pemangku kepentingan yang didalamnya terdapat Pemerintah Kota, Pedagang, dan juga masyarakat untuk mengurangi kemacetan di lokasi ini.

                                                                                                                             Edukasi masyarakat

Beberapa masyarakat kota, melalui media sosial, memberikan alternatif untuk penanganan kemacetan Simpang berlengan tujuh ini, seperti membangun fly over (jembatan laying) atau memperluas jalan. Membangun jembatan laying atau memperluas jalan sebagai alternatif penyelesaian tidak selalu menjadi jawaban atas masalah kemacetan di perkotaan. Selain membutuhkan biaya yang besar, pembangunan ataupun pelebaran jalan tidak akan pernah mampu menyeimbangi pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk itu usaha-usaha manajemen transportasi seperti mengurangi konflik dengan membangun median jalan, membangun bundaran dan menerapkan lampu lalu lintas menjadi alternatif jangka menengah yang masih mungkin dilakukan. Masyarakat juga perlu diedukasi mengenai pentingnya menggunakan angkutan umum sebagai salah satu alternatif mengatasi kemacetan di kawasan perkotaan.

Saat ini di Kota Banda Aceh sudah tersedia angkutan perkotaan Trans Koetaradja. Penggunaan angkutan berbasis bus ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam rangka menurunkan volume lalu lintas. Walaupun saat ini jaringan bus kota ini belum mencakup semua kawasan perkotaan, namun usaha pengadaan layanan angkutan umum ini patut mendapat apresiasi. Kita berharap agar dalam waktu dekat akan tersedia angkutan feeder atau bus-bus kecil yang akan mengangkut penumpang dari kawasan perumahan ke halte Trans Koetaradja terdekat.j.fisaini@unsyiah.ac.id.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved